"Maaf, bisa kamu ganti baju yang lebih sopan dilihat?" Sian berujar seraya tetap memalingkan wajahnya saat Gia meraih tangannya dan memintanya untuk duduk di sofa.
Gia nampak bingung lalu menatap penampilannya dari ujung kaki sampai ke ujung kepala. Ia hanya mengenakan lingerie yang hanya menutup bagian - bagian yang penting saja. Perempuan itu nampak tersenyum seraya menatap Sian dengan geli.
"Baiklah, kamu tunggu di sini sebentar," putus Gia kemudian berlalu meninggalkan Sian di ruang tamu sendirian. Sementara Arsen, entah sudah menjelajah apartemen ini sampai mana. Sian hanya bisa menghela napas lega seraya memalingkan pandangannya ke sekeliling.
Semuanya masih tampak sama seperti terakhir kali ia bertamu ke sini. Tapi, Sian tidak tahu apa ia bisa keluar dari sini dalam keadaan baik