Seharusnya, tak patut Aiden menanyakan ini pada mamanya, tapi rasa penasaran terus mengusiknya. Ada kepingan puzzle yang tersusun acak, ia ingin sekali membenahi apa yang membebani otaknya selama ini pasca sadar dari koma.
“Ma, ada waktu gak?”
Arlita sedang mengupas buah, sembari menonton televisi yang sering menayangkan acara masak-masak. Kegiatannya memang begitu, ia tidak terlalu dekat dengan tetangga, ataupun kerabatnya. Apalagi mereka dulu pernah menghinanya saat Aiden masih belum punya nama.
Lalu sekarang? Mereka kadang hanya datang saat ada maunya saja, seperti meminjam uang ataupun meminta bantuan untuk memberikan sumbangan pada setiap usaha yang ingin menjalankan dari salah satu kerabat ataupun saudaranya.
Orang pribumi yang ditinggalin memang seberengsek ini, rasanya meny