Tidak bisa membantah karena tengah marah besar, sejak tadi Aiden hanya diam. Ia mendengarkan semua keluh kesah kekasihnya selama ini tetapi rasanya ia merasa tidak berbuat banyak hal yang menyakitkan. Banyak juga yang menyangka, Anya lah yang membuat perang dingin makin dingin.
Seperti terbakar api yang dikobarkan sendiri.
“Dari dulu, satu-satunya hal yang paling enggak aku sukai dari kamu adalah selalu menyalahkan orang lain dan tidak intropeksi diri. Anya, nggak semua orang itu selalu di atas dan nggak semua orang itu selalu dibawah. Bisa aja, suatu hari nanti aku bukan siapa-siapa dan tidak dikenal sebagai seorang penyanyi. So, jangan terlalu bergantung padaku karena yang aku miliki hanya bakat. Tekadku tidak sebaik Rinai.”
“Ayolah, nggak semua orang bisa sesempurna kamu, Sayang.