Kalau bukan karena suara alarm ponsel, Anya tidak akan terbangun. Ia kaget melihat banyak sekali notifikasi dari Aiden, tumben sekali pria itu ingat kalau masih ada Anya di bumi ini?
Meskipun tidak sampai gol gawang, setidaknya Zein sudah pernah melihat tubuh indah Anya. Hubungan gelap ini memang sudah terjalin lama, dan Anya tidak menyadari betapa pentingnya peran Zein di dalam hidupnya. Ia hanya numpang nama pada Aiden agar nama panggungnya lebih banyak dikenal.
“Aku harus pulang, sebelum Aiden sampai. Kamu kalau mau ke Bali kabar-kabar ya.”
“Enggak mau sarapan dulu, Nya?” tawar Zein. Pria itu masih berlapang d**a dan membiarkan wanita yang semalam menemaninya pergi.
Sebenarnya kalau harus mengaku, jujur Zein sangat cemburu lantaran selalu saja Aiden yang menjadi kompas utama di