Penampilan Anya hampir selesai, ia membungkuk dan langsung menyalami beberapa orang yang memberikan selamat atas penampilannya.
Anya mendekat ke arah Aiden. Pria itu begitu gagah dengan tuksedo warna abu-abu dan serasi dengannya, dress warna latte. Pilihan Tere memang tidak usah diragukan.
“Bagaimana kalau setelah ini kita minum? Aku rindu mabuk sama kamu.”
“Tapi..”
Rengekan Anya membuat Aiden tak bisa mengelak. Ia menyetir ke tempat apartemen Anya, kaget saat melihat Anya melepas dressnya dan hanya mengunakan tank top juga celana pendek.
Lebih parahnya lagi adalah wanita itu menciuminya begitu nafsu. “Saat memainkan biola tadi, aku merasa terperangkap dalam pesonamu.”
Tunggu? Apakah sebelum Anya tampil tadi ia sudah mabuk? “Nya, jangan begini. Duduklah yang benar dan juga, pak