Mungkin yang bisa dilakukan Rinai sekarang hanyalah senyam-senyum sendiri seperti orang gila. Ia sudah membelikan pria itu sesuatu, semoga saja suka. Banyak hadiah untuk beberapa orang seperti mamanya, Astri, Anak-anak panti asuhan, Rose bahkan untuk Cakra juga.
Meskipun bukan barang-barang mahal, setidaknya bisa berguna dan bisa memberi manfaat. Selasa besok, Rinai sudah melakukan perjalanan lagi ke Indonesia, ia rindu semua tentang makanan khas buatan mamanya. Bahkan kesempatan lain yang akan datang adalah nanti ada acara di tempat Jo, mungkin akan bertunangan. Yeah, pria itu berhak bahagia.
Lucunya adalah karena Jo selalu dianggap kekasihnya padahal mereka tidak punya ikatan apa-apa.
“So, gue sih mau ke Bandung. Ngajak Rose juga sama Ziao, mungkin kalau kalian mau ikut boleh juga.