Tidak sempat bertanya setelah tahu ia terbangun dan mendadak ada di kamarnya Anya, Aiden segera bangun untuk cuci muka. Ia merasa ada yang janggal, kenapa ada sikat gigi dua? Apakah selama ini sering ada teman Anya? Bukankah paling terdekat adalah Tere?
Meskipun banyak pertanyaan di kepalanya, Aiden hanya menerka-nerka. Ia keluar dan melihat sekeliling dan kembali menerka lagi, sepertinya Anya menyembunyikan seseorang di sini.
Pakaian di lemari yang bertambah banyak dan bukan milik seorang wanita, bukan milik Anya tentu saja. Aiden mulai curiga dari sini.
“Aku udah pesanin bubur ayam tadi, soalnya cuma itu yang udah buka jam segini, cepat juga kan? Mumpung masih hangat, biar perut kamu enakan.”
Anya lega semalam Aiden tak tahu menahu kepulangan Zein, Cakra juga tak menyadarinya. Bi