Rinai mempersilahkan Aiden untuk masuk dalam kamar.
"Tidurlah dan segera istirahat."
Aiden tersenyum saat mendengar suara gadis itu. Dia benar-benar merasa sangat bahagia. Melihat senyumnya saja, sudah mampu membuatnya merasa tenang.
"Selamat malam, Rinai!" ucap Aiden.
Rinai hanya tersenyum, membalas ucapan selamat malam lelaki itu.
"Selamat malam, Kak. Selamat tidur dan semoga mimpi indah," jawab Rinai.
"Kamu juga. Mimpi indah dan selamat malam."
Rinai kemudian menutup pintu dan meninggalkannya. Bahkan saat ini detak jantungnya berdegup sangat cepat.
"Akhirnya aku bisa bernafas lega," ucapnya.
Rinai masuk ke kamar adiknya. Perasaannya benar-benar tak menentu saat ini. Aiden benar-benar membuatnya merasa gelisah.
"Ih, pipi Kakak merah. Pasti lagi mikirin Aiden ya?" ledek Astri.