Setelah jalan-jalan seharian sampai sore, mereka kemudian pulang. Sudah waktunya juga bagi Aiden untuk pulang. Dia juga tak bisa menginap lagi di rumah Rinai. Rasanya tidak enak jika harus terus-terusan berada di rumah itu.
"Kakak serius enggak mau nginap lagi?" tanya Rinai memastikan.
"Ini masih jam tig sore. Masih cukup untuk kembali. Kamu jangan khawatir!"
Aiden dapat melihat raut kekhawatiran itu. Bukan tentang apa, melainkan tentang kecemasannya.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan ikut pulang," ucap Rinai tiba-tiba.
"Bukankah liburanmu masih ada seminggu? Jangan pulang. Nikmati saja," ucap Aiden.
Rinai menghela nafas. Dia benar-benar khawatir kalau membiarkan lelaki itu pulang dan menyetir sendiri.
"Jangan khawatir. Aku sudah meminta seseorang untuk menyetir."
Kali ini Rinai cuk