Rinai tengah menata barang-barang miliknya. Dia mulai merombak kamarnya sesuai dengan yang dia inginkan.
"Akhirnya, selesai juga!" serunya ketika selesai menata ruangan tersebut.
Rinai kemudian bergegas ke depan, lalu mengintip di balik jendela.
"Kak Aiden sedang apa ya?" gumamnya.
Rinai terus-terusan menatap rumah depan itu. Dia benar-benar penasaran dengan apa yang dilakukan lelaki itu sekarang.
Rinai kemudian ingat akan sesuatu. Dia ingat kalau di kulkasnya ada buah-buahan. Jadilah sebuah alasan untuk mengunjungi lelaki itu. Rinai membungkus buah itu ke dalam keranjang, berdandan sejenak dan lekas-lekas menuju pintu depan. Apa yang dia lakukan saat ini harus benar-benar terlihat netral dan tidak dibuat-buat.
Tok! Tok!
Rinai mengetuk pintu rumah itu beberapa kali sampai lelaki it