Keesokan harinya, Aiden mengajak Rinai untuk belanja bersama di supermarket. Mereka berdua hendak belanja bulanan, dan mengisi kulkas yang mulai kosong.
"Sudah siap?" tanya Aiden.
Rinai balas tersenyum kemudian masuk ke dalam mobil. Hari ini Gadis itu terlihat sangat cantik di mata Aiden. Dengan dress berwarna Lilac dan juga topi berwarna Senada. Bukan Rinai namanya kalau tidak tampil feminim akhir-akhir ini.
"Aku dengar Kak Anya sudah pulang ya?" tanya Rinai membuka pembicaraan.
Aiden benar-benar sangat malas untuk membahas gadis itu. Dia sudah tidak peduli lagi tentangnya. Apapun yang dia lakukan, bukan urusannya lagi. Dia benar-benar sudah tidak mau tahu tentangnya.
"Aku dengar seperti itu. Sebenarnya terserah saja. Mau dia pulang atau tidak, aku tidak peduli lagi!" jawabnya acuh.