Rinai tengah berdiri di depan gedung agensi. Cuaca sepertinya tak bersahabat. Buktinya hujan turun dengan sangat deras hari ini. Gadis itu lupa membawa payung. Yang bisa dia lakukan hanyalah menunggu hujan reda saja. Dia memilih duduk di bangku tersebut.
Rinai pun membuka tas miliknya. Dia kemudian mengambil satu buku yang berisi lagu-lagu ciptaannya. Lagu-lagu yang tak pernah dia keluarkan satupun. Dia hanya bisa menyanyikan lagu itu saat tak ada orang.
Bruk!
Buku itu tiba-tiba jatuh ke bawah. Hujan membasahi buku tersebut. Dia lekas-lekas mengambil buku itu agar tidak basah terlalu jauh.
"Yah, basah deh!" ujarnya.
Kemudian dia ambil buku itu. Tetes-tetes hujan mulai membasahi rambutnya. Saat itu juga, Dia menyadari kalau ada seseorang yang memayunginya dari atas. Sontak saja Rinai m