Venya emmang sudah memiliki rencana untuk berangkat ke penerbit sendiri. Jadi, dia meninggalkan Ari. Bukan semata - mata menginginkan Ari ditinggalkan da merasa sakit hati. Dia juga biasa aja. Namun, Venya sedikit eksal karena Ari benar - benar seperti meremehkan orang - orang yang menulis di semua platform yang ada, dengan status tanpa gelar sastra di belakang namanya.
Dia merasa bahwa semua orang di jurusan sastra memang akan lebih baik dalam hal menulis. Namun, Venya merasakan bahwa yang tidak beegelar sastra di belakang namanya juga bisa saja menulis. Sama rata kualitasnya atau bahkan bisa lebih baik dan lebih bagus dari orang yang bergelar sastra. Banyak yang masih mau belajar. Namun, uang dan keadaanya tidak memungkinakn untuk kiuliah dan mengejar gelar sastra.
Seperti Venya cont