Venya nasih menunggu Ari mengatakan apa dan siapa nama yang mubgkin bisa jadi nama pena untuk Venya di dunia kepenulisan. venya senang karena Ari tidka terlalu kepo tentang masalah kenapa Venya tidak menginginkan namanya menjadi nama penulis di buku yang ia buat.
"Gue pilih sesuai karakter lo ya." Kata Ari lagi.
Venya terkekeh kemudian mengangguk, "gue nungguin loh dari tadi." Ucap Venya menyahuti apa yang Ari bicarakan. Sebenarnya, Venya tidak terlalu menunggu. Ari mungkin memilihkan nama yang konyol. Dimana dia pasti memilihkan kata atau nama dari gugel dan juga yang ngasal yang menurut dia cocok untuk Venya.
Mana mungkin juga seorang Ari hisa membaca karakter Venya sebegitunya. Lagian, ini baru hari ke empat mereka 'tinggal' bersama. Di temani tante Fany dan om Guntur tentu saja.