"adikmu,,?"ucap Bu Retno, dengan nafas ngos-ngosan seraya berdiri dengan membungkuk kan tubuhnya.
"Kenapa dengan tata Bu,?"tukas Marsya, dengan perasaan takut.
"Tata__?"
"Dokter.. dokter.., tolong bantu kami? pasien mau menyakiti janin dalam perutnya."seru beberapa suster. Berteriak kencang.
Atensi Marsya beserta yang lainnya pun, melihat ke sumber suara.
Beberapa suster pun kalang kabut keluar dari kamar perawatan sang adik. Dengan wajah cemas.
"Tata."gumam Marsya, dan gegas meninggalkan sang dokter guna melihat apa yang dilakukan oleh adiknya?
Bu Retno pun, menyusul Marsya yang berjalan dengan tergesa-gesa.
Sang dokter pun, menyusul kemudian di belakang punggung Bu Retno.
"Suster kenapa dengan adik saya?"tukas Marsya, wajahnya terlihat lelah. Namun sorot matanya begitu sangat mengkhawatirkan kondisi adiknya.
"Pasien terus-menerus memukul perutnya, dan mengatakan agar mati saja janin dalam perutnya."tandas sang suster.
Degg.
Marsya menutup mulutnya dengan telapak tangan. Kedua matanya sayu. Perasaan nya sungguh tak baik-baik.
Ternyata adiknya, lebih dulu mengetahui kehamilannya,<pikir Marsya menduga.
Marsya melangkah masuk kedalam kamar perawatan sang adik.
Tungkai kakinya terasa lemas tak bertenaga.
Bahunya melorot ke bawah, kepalanya tertunduk.
Apa ini penyebab sang adik bersikap aneh?<batin Marsya, bertanya-tanya.
DI DALAM KAMAR PERAWATAN.
"Mati kau! Mati. Enyah lah dari perut ku bayi sialan!
Matilah kau! Mati."tata terus memukuli perutnya dengan kencang. Sambil berkata-kata kasar.dan berharap kematian untuk sang janin.
"Nona tolong hentikan. Itu akan membahayakan bayi dalam perut Anda.
Apa anda tidak memiliki rasa belas kasih untuk janin tersebut."dua orang suster Tengah membujuk tata. Agar tak menyakiti janin dalam perutnya.
"Tidak! Dia harus mati. Karena kehadiran janin sialan ini,
a-a-aku..,?hiks.."tata berteriak dengan kencang. Sambil menjambak rambutnya sendiri. Lalu menangis tersedu-sedu dengan berjongkok dan menunduk kan kepala.
Marsya tersenyum getir. Seraya memandang nanar ke arah sang adik.
Marsya menghampiri tata dengan wajah yang terlukis kesedihan dan lelah dengan segala yang terjadi dalam hidupnya.
Marsya mengepalkan tangannya seraya menarik nafas dalam-dalam.
Marsya akan mencoba berbicara dari hati ke hati terhadap sang adik.
Dia juga begitu penasaran? Tentang kehamilan adiknya!
Bukankah jika wanita hamil, Karena adanya hubungan antara lawan jenis dalam keadaan polos.
Sedangkan adiknya?!
Pacar saja sang adik tak punya!
Dan sepertinya tata pun, belum mengerti apa itu pacaran dan sejenisnya?
Ya, Karena daya pikirnya, juga tingkah nya seperti anak-anak. Sudah barang mesti adiknya tak faham apa itu pacaran dengan lawan jenis?
Huft.. tenang Marsya. Semua akan baik-baik.
Yakin saja. Tuhan tidak akan memberikan cobaan dan ujian di luar batas kemampuan para hamba-nya.<ucap Marsya dalam hati, guna menyemangati diri nya sendiri.
Gegas Marsya pelan-pelan menghampiri sang adik yang terlihat gelisah dan takut.
°°°°°
Seringkali kita menyalahkan takdir atas apa yang terjadi pada kehidupan yang kita jalani.
Entah itu kesedihan, kepahitan dan juga kekecewaan.
Padahal semua yang terjadi terhadap kita adalah konsekuensi nya dari Tuhan. Untuk apa yang kita lakukan.
Maka sadarlah, lihat lebih dalam. Dan pahami lebih luas. Bukan takdir yang kejam. Tetapi cara pandang kita yang masih terbatas.~by sekarwangi24.
°°°°°
"Dek,"panggil Marsya, dengan suara lembut namun ada kesedihan di dalam nya.
Seketika tata pun, berhenti menyakiti janin dalam perutnya.
Tata mendongak. Menatap wajah Marsya yang terlihat gurat lelah dan letih.
Tata pun sama dengan apa yang dirasakan oleh sang kakak.
Dia capek. Tapi bingung dan takut untuk menunjukkan nya.
Tata ingin sekali mengatakan semua yang telah terjadi pada dia, terhadap sang kakak.
Tapi tata tak punya keberanian untuk memulai nya.
Kakak nya memang sosok pekerja keras. Tanpa mengeluh capek dan lelah. setelah berkutat seharian penuh dari pagi hingga sore.
Dan Setelah pulang dari bekerja pun, sang kakak akan menyempatkan waktu sebentar untuk membantu pekerjaan sang ibu sebagai buruh cuci.
Sedangkan dirinya?!
"Hiks.. hiks.., a-aku pembunuh? Aku membunuhnya?
Ibuuu.. hu hu..,
Maafkan akuu.. hiks..,"
Dengan menangis tersedu-sedu. Tata mengatakan jika Dia telah membunuh.
Mungkin yang di maksud tata adalah mendiang ibunya.
Tata terus menangis dengan tangisan menyayat hati.
Dia sungguh menyesal dengan apa yang telah Dia lakukan!
Imbasnya sang ibu meregang nyawa.
Karena ulahnya.
Saat itu dalam pandangan matanya.
Ibunya adalah penjahat. Yang menghancurkan kehidupan nya.
Hingga dia yang menanggung beban kesialan nya.
Tanpa bisa menolak. Tiba-tiba Ada kehidupan baru dalam dirinya.
Dia ingin menolak. Tak mau berada di posisi ini.
Tapi dia bisa apa?
Ibunya yang terbaring lemah di atas pembaringan. Selama berbulan-bulan.
Karena tak bisa berjalan.
Sang kakak yang sibuk mencari uang untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan sang ibu.
Lalu dia hanya terdiam bagai patung. Tanpa tahu apa yang seharusnya dia lakukan?
Dia hanya seorang gadis penyandang autisme.
Semua yang telah terjadi.
Mau tak mau Dia hanya bisa pasrah dan menerima nya.
"Kenapa Hem,"tanya Marsya, berjongkok di depan sang adik. Sambil mengusap-usap lembut kepalanya.
"Dia jahattt kak!
Tidak punya rasa kasihan terhadap aku
Dia kak?
Dia membuat aku seperti ini!
Dia Monster menyeramkan.
Ak-ak-aku.., ta-takut kak, hiks hiks..
Dia sungguh jahattt kak."
Tata menjelaskan sesuatu dengan sekujur tubuhnya yang gemetaran. Sambil terus menangis tata mengumpat kasar pada seseorang.
Namun Marsya menangkap keanehan dengan apa yang di katakan sang adik.
Marsya pun bingung dengan perkataan tata!
Siapa yang jahattt?
Siapa yang menyeramkan?
Perkataan sang adik mengisyaratkan, seolah-olah adiknya pernah bertemu dengan seseorang. Yang membuat dia ketakutan luar biasa.
Apa ini ada hubungannya dengan kehamilan tata?<praduga Marsya.
°°°°°
PERUSAHAAN THE COMPANY GUARDIAN.
ceklek.
Suara pintu terbuka.
"Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan apa yang aku perintahkan?"kata laki-laki dewasa. Laki-laki tersebut sedang menandatangani tumpukan berkas-berkas di atas meja ruang kerjanya.
Dia adalah seorang pewaris tahta kerajaan bisnis the company guardian.
Perusahaan tersebut bergerak di bidang pendidikan,real estate, perhotelan juga pariwisata.
Zico Abraham guardian.
Laki-laki dewasa berumur 35 tahun. Dia adalah seorang duda tanpa anak.
Istrinya berselingkuh dengan sahabat dekatnya. Karena Dia tak kunjung hamil di tengah usia pernikahannya berjalan sepuluh tahun.
Istrinya selalu mengatakan jika dirinya mandul.
Sebab sepuluh tahun menjadi istri nya. Tak ada tanda-tanda istrinya hamil.
Di samping itu tekanan dari kedua orangtuanya, yang selalu meminta segera di berikan cucu.
Membuat sang istri nekat berselingkuh dengan sahabat nya, tujuan nya untuk membuktikan pada kedua orangtuanya bahwa dia tidak mandul seperti tuduhan keluarga besarnya.
Dan terbukti. Istrinya positif hamil setelah berhubungan badan dengan sahabat nya.
Lalu mengatakan dengan gamblang di depan keluarga besarnya jika yang mandul adalah Dia bukan mantan istrinya.
"Huft, maaf tuan."jawabnya, menghela nafas lelah.
Brak!