Sudah dua minggu berlalu, rencana pernikahan aku dan Tomy semakin dekat. Sebagian rencana sudah siap, tinggal beberapa lagi, dan dalam itungan hari kami pun akan resmi menjadi suami istri.
Tapi pagi ini ia sibuk, ada beberapa tugas yang masih harus ia kerjakan. Tapi cincin indah di jari manisku seakan membawa Tomy selalu ada di dekatku.
Aku di rumah sakit kini, Mama Rolfie tadi menelpon memberitahu bahwa Rolfie sudah sadar. Dan itu membuatku ingin cepat-cepat beranjak, bertemu dengannya, dan menumpahkan semua keluh kesahku padanya.
Jujur, aku sudah tak tahan memendam semuanya sendirian.
Clak!
Aku membuka pintu kamar rumah sakit dan mendapati Rolfie tengah duduk bersandar di atas ranjangnya. Ia sendiri di dalam sini, ah waktu yang pas untukku bercerita.
Aku duduk di kursi dekat