Hari-hari berjalan cepat. Tidak sabar rasanya untuk menunggu minggu depan. Hari dimana aku menjadi seorang istri.
Waktu kuliah, bersantai, dan menjenguk Rolfie, semuanya imbang. Aku ingin memperbanyak waktuku dengan Rolfie dan teman-temanku yang lain, mengingat setelah menikah aku akan pergi, tidak salah bila mengukir kenangan manis, meskipun sedikit.
Dan pagi ini, aku kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Rolfie. Aku membawa sebuah balon merah di tanganku, yang selanjutnya akan aku berikan padanya.
Sesampainya di rumah sakit aku segera beranjak menuju taman belakang setelah sebelumnya diberitahu oleh Papa Rolfie bahwa Rolfie ada di taman bersama Mamanya.
Tak perlu waktu lama untuk tiba di taman belakang, karena sesampainya aku di sana, Mama Rolfie lebih dulu menyad