Jam tujuh malam, aku gontai berjalan ke rumah sakit. Aku harap Rolfie belum tidur agar aku bisa sejenak bersandar dan mengadu padanya. Aku harap juga Alexa tidak ada, agar sejenak saja, aku bisa meminjam lelakinya.
Clak!
Aku salah, ekspetasiku semua gagal. Rolfie sudah terlelap, dan Alexa ada di sana. Terlihat jelas Alexa duduk di sebelah ranjang Rolfie, memandanginya yang kini terlelap, terbawa ke alam mimpi.
"Rolfie udah tidur dari tadi?" tanyaku pelan pada Alexa.
Ia mengangguk.
"Key, boleh kita bicara sebentar?" pintanya kemudian.
Aku mengangguk.
Alexa beranjak berdiri, dan kemudian membawaku keluar. Di luar kami sama sama terdiam, menatap Rolfie dari balik kaca besar yang ada. Alexa pun sama, ia memandang lekat ke dalam, menyentuh kaca jendela itu, seakan m