Could you,
Stay?
Aku menghela napas panjang. Volume musik yang aku dengar lewat earphone aku besarkan, aku tak ingin mendengar riuh suara orang lain di kantin rumah sakit tempatku berada kini.
Your masqurade.
I don't wanna be a part of your parade.
Everyone deserve a chance to.
Walk with everyone else.
Alunan musik lawas itu menggema di telingaku. Satu-satunya lagu favoritku sedari dulu.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Selepas senja bersama Rolfie sore tadi, aku langsung pamit, berkata padanya bahwa aku akan pulang untuk mandi dan ganti baju. Tapi aku berbohong, aku hanya ingin menjauh darinya.
Setidaknya untuk saat ini.
"Hey, that's you?"
Pundakku yang disentuh oleh tangan orang lain membuatku mendongak dan menoleh.
"Kita ketemu lagi."
Ujar gadis itu gir