" Ibu apakah aku harus ambil cuti hari ini untuk menemanimu menjenguk ayah ? " Barsha tampak tidak tega melihat Monica yang harus sendirian naik bis ke rumah sakit kota sebelah .
" Nak jangan khawatir soal ibu , yang harus kamu lakukan sekarang cepat mandi dan siap siap kekantor ,kemudian sarapan. Ibu membuatkan nasi goreng kesukaannmu. Ibu harus pergi sekarang karena jadwal bis datang 10 menit lagi " Barsha memperhatikan ibunya memakai sepatu dan mengambil payung di dekat rak sepatu.
" tapi ibu harus janji, sampai di rumah sakit , ibu harus langsung kasih kabar ke Barsha "
" emmuuachh , Siyap tuan putri "
Monica memberi kecupan di pipi Puterinya itu kemudian berjalan tergesa meninggalkan rumah . Dia harus pergi ke bus stop yang tempatnya tidak jauh dari rumah nya . Tapi dia tidak mau melewatkan jadwal bis yang sangat tepat waktu itu, jika ketinggalan bis dia harus menunggu 15 menit untuk bis selanjutnya .
Barsha menatap punggung ibunya sampai tidak terlihat di tikungan ujung jalan . Butuh waktu 1 jam kurang lebih untuk sampai di rumah sakit dimana Nathaniel Marthen di rawat dan itu membuat Barsha was was pada ibunya . Seingat Barsha , ibunya tidak pernah naik bis atau trasnportasi umum lainnya , tapi dia dengan keras kepala menolak untuk naik taxi demi berhemat .Karena memang uang mereka semakin lama semakin menipis , setidaknya hanya bisa untuk bertahan hidup menunggu gajian Barsha bulan depan .
************
Tepat jam 7 Dover sudah ada di depan rumah Barsha ,tapi gadis nya belum ada di sana .
" Daren , masuklah ke sana . Mungkin gadis itu belum bangun .Dia wanita yang sangat suka tidur " Dover melihat rumah mungil itu sepi , sepertinya memang Barsha belum bangun
" siap Mr Dover " Daren keluar dari mobil dan membuka gerbang rumah Barsha . Daren mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban. Kemudian dia memutuskan untuk menelpon Barsha karena dia tidak mungkin masuk kerumah orang tanpa ijin pemiliknya .
" Mr Dover , Wanita itu sudah sampai di kantor " lapor Daren setelah sambungan ponselnya dengan Barsha di matikan .
" Jalan " Dover hanya bisa menggelengkan kepala heran, gadisnya ternyata tidak sepatuh yang dia bayangkan.
****
" hai gadis london , sepagi ini kau sudah nampak sibuk " ine melihat Barsha yang sedang sarapan di kantin kantor menunggunya dan juga tampak sibuk dengan panggilan ponselnya.
" sstttttttttt , Ine ih jangan panggil aku dengan sebutan itu , aku mual mendengarnya "
" hahahahahahahahah , emang kenyataannya begitu .Pria london mana lagi yang mencarimu ? " sergahnya lagi
" tidak ada , aku yang harusnya bertanya. Apa yang kamu lakukan tadi malam di apartemen Nando . Aku mendengar suara mesummu dan suara pria it....... " Cepat cepat Ine menutup mulut sahabatnya itu menggunakan kedua tangannya takut teman teman kantor yang juga sedang sarapan di sekitarnya mendengar ucapan Barsha
" sttttt pelankan suaramu ,kau berteriak sepagi ini untuk mengumbar aib ku "
" lepaskan lepaskan , hus hus , tangan mu bau duren " Barsha memukul mukul kecil tangan ine
" bukan duren tapi bau hasil bercinta " bisik ine sengaja di telingan Barsha
" hiyuuu , huweekkk ine jorok aahh " Barsha pura pura mual
" dasar anak perawan "
" Dasar anak tidak perawan " balas Barsha , dan berhasil membuat Ine melolot ke Barsha kemudian mereka tertawa bebarengan
" hahahahahahahhhah "
" Barsha , aku kasih tahu ya . Kamu harus mencoba untuk pacaran seperti aku . Pelukan , ciuman dan bercinta . Itu sangat menyenangkan , kamu harus mencobanya " Barsha hanya menggelengkan kepalanya mendengar sahabatnya berbicara ngawur seperti itu .
" ngomong apa kamu itu . Ceritakan bagaimana kamu ketemu Nando lagi. Dan apa yang kamu lakukan malam buta di apartemen nya , kamu bilang kalian sudah putus dan dia punya penyakit kelamin " Ine memilih sibuk dengan makanan nya dari pada menjawab pertanyaan Barsha .
"inee iihhhh " merasa di cuek in, Barsha menarik piring ine
" gadis londooonn , kembalikan piringku , kita sudah tidak ada waktu lagi , sebentar lagi kita harus masuk kantor dan kerja , sini in dech " ine menyahut piringnya yang masih dipegang Barsha
" jadi kamu nggak mau cerita nih ? " selidik Barsha belum mau menyerah
" nanti saja yaaa , hari sabtu aku nginep dech di rumah mu , aku janji akan cerita smuanya"
" awas kamu bohong , aku hapus kamu dari daftar sahabatku "
" iya iya ,cerewet " ine tidak lagi kembali melahap makanan nya , begitu pula Barsha ,tepat pukul 7.15 menit mereka masing masing pergi ke lantai dimana mereka bekerja. Memulai hari ini dengan awal yang menyenangkan bagi mereka berdua.
******
Lantai 60
Asisten Daren belum ada diruanganya itu artinya Mr Dover juga belum datang .
Tiing
" Barsha , ikut saya "
" baik " aku mengikuti Mr Dover dari belakang , aku tengok Daren di belakang sudah tidak ada , dia masuk keruangannya sendiri . Mati aku .
" Masuk " katanya
Aku hanya bisa menurut apa yang laki laki itu katakan
CEKREK
Aku menengok kearah suara pintu di kunci , belum sampai aku melihat apa yang Mr Dover lakukan , dia sudah menarik pergelangan tanganku dan secara otomatis tubuhku ketarik ke arah nya yang dengan cepat duduk di sofa dan aku jatuh di pangkuannya .
" Apaaa...mmmmm " dia mennyerang bibir ku lagi , aku harus bagaimana serangan begitu lembut dan basah dan tapi
" aaaahhhhh , sakit kenapa kau menggigit bibir ku" aku yakin bibirku akan bengkak setelah digigitnya
" itu hukuman mu kenapa kamu tidak patuh pada ku pagi ini , kenapa kamu tidak menungguku " Sorot mata hitam dan jernih itu menatap mataku , aku hanya diam saja tidak menjawab .
" jawab Barsha " bisiknya lembut ditelingaku , Aku menunduk
" ine temanku meneleponku mengajak untuk sarapan bareng , aaahhh " aku menggeliat geli oleh sentuhan dingin tangan nya di punggungku
" kenapa kamu tidak menungguku dan sarapan bersamaku dan ine ? " bisikan Mr Dover di telingaku membuatku merinding , aku memejamkan mataku merasakan remasan tangan dingin di pinggang ku .
" hentikan Mr Dover , saya harus bekerja " seluruh tubuhku merinding karena ulahnya , aku tidak bisa melarikan diri karena pelukan erat tangan kekarnya membuatku susah bergerak .
" aku menyukai aroma tubuhmu Barsha , biarkan seperti ini sebentar saja " Laki laki ini mengendus leher ku seperti kucing mengendus ikan asin dan itu menyenangkan . Geli di tubuhku membuat jantung berdebar debar berdetak lebih cepat .
Gerakan tangannya yang mengelus punggung ku , membuatku semakin nyaman tapi dia memasukan tanganya ke dalam kemeja ku dingin yang aku rasa dan merana semakin ke atas .
" aahhh , tangan anda dingin " aku menggeliat karena sedikit kaget , tapi aku tidak ingin menepis tangan itu .
" aku butuh kehangatan Barsha " aku merasakan bibir basah laki laki ini mulai mengecup ringan di sekitar leher ku , menyenangkan aku menyukainya .
Dan aku rasakan tangan dingin itu meremas dadaku sedikit kuat ,
ha ?, aku kaget dan seketika alam sadar kembali
" jangan " aku menepis kuat tangan Mr Dover yang entah bagaimana caranya satu telapak tangannya telah berada di dadaku , ini memalukan .
Dia menurunkan tanganya dari tubuhku ,
merapikan kaitan pakaian atas dalam ku yang entah kapan terlepas olehnya .
" Maaf " Dia menatap mataku lembut , mengusap wajah ku dan mengecup bibirku ringan dan sangat lembut .
Aku berdiri dari pangkuannya dan merapikan baju ku , aku merasa sudah seperti wanita nakal berantakan tidak karuan sekali lagi , memalukan .
Laki laki itu menatapku dengan senyum yang entah artinya apa , aku tidak mempedulikan nya .
Aku harus segera pergi dari sini.
" Barsha buatkan aku kopi dulu " dia menarik pergelangan tanganku saat aku hendak pergi menjauh dari nya .
Aku mengangguk pelan dan melepaskan genggaman tangannya. Pergi kemini bar dan membuat kopi dengan cepat , aku sudah tidak peduli bagaimana kopi ini harus dibuat dengan benar . Yang aku pikirkan adalah secepatnya mengantarkan kopi ini kemeja laki laki itu dan pergi dari ruangan ini. Ruangan ini membuatku sesak kareba kegilaan tadi .
Berpura pura saja jika apa yang terjadi barusan adalah training dia untuk pacaran asyik seperti yang ine katakan tadi pagi , meskipun itu memalukan .