" Barsha apakah kamu tidak lapar ? " Dover berbisik ditelinga Barsha yang masih ada di dekapanya . Barsha tidur seperti orang pingsan meskipun dari tadi tangan Dover menyelusuri wajahnya , mencium lembut pipi , mencuri kecupan kecil dibibirnya dan juga leher karena tergoda dan tidak bisa menahan diri dengan wangi mawar yang memabukkannya. Barsha hanya sesekali menggumam atau merubah raut wajahnya saat gerakan Dover sedikit kuat .
" jangan memunggungiku seperti itu , aku tidak bisa melihat wajahmu " Barsha mengubah posisinya karena merasa sedikit terusik mendengar bisikan pertama Dover . Tapi sesaat setelah mendengar bisikan kedua dan merasakan sebuah tangan kokoh mebawanya keposisi semula, alam bawah sadar nya langsung muncul .Dia membuka mata dan melihat seseorang berkemeja putih memeluknya dan menggunakan tangan seseorang itu sebagai bantal.
" Barsha , kau sudah bangun ? apakah kamu lapar . ini sudah gelap kau butuh makan dan pulang " suara Dover bagai sengatan listrik yang mengangetkan Barsha
' apa ini , kenapa tiba tiba seperti ini . Apa yang dia lakukan , apa yang aku lakukan . aku ketiduran. oh my god , berapa lama aku tertidur ? ' batin Barsha masih bingung dengan posisi aneh sekarang.
Karena tidak ada jawaban dari Barsha , Dover menjauhkan kepalanya untuk melihat Barsha yang dia yakin pasti sudah bangun . Tapi yang dia lihat gadis ini masih memejamkan mata . Dalam hati dia tertawa geli melihat wajah dan telinga Barsha yang memerah yang di yakini Dover gadis nya sedang menahan malu .
" apa kau butuh ciuman bibirku yang ke 4 kali untuk membangunkan tidur panjang mu ? " Barsha mendorong d**a laki laki di depannya itu , dan mendongak ke atas untuk melihat wajahnya .
" apa maksud anda yang ke empat Mr Dover " kening Barsha berkerut pertanda dia bingung dengan perkataan Dover
" kau tidur seperti orang pingsan , tentu saja aku memanfaatkan nya untuk memelukmu , mencium mu dan me......"
" hentikan kata kata anda Mr...." Barsha mendorong lebih kuat tubuh Dover untuk melepaskan diri dari dekapan laki laki itu , tapi dia malah memper erat pelukannya pada tubuh mungilnya.
" lepaskan saya " Barsha meronta sekuat tenaga untuk lepas dari Dover
" Barsha jangan meronta sebarangan. Jika kamu masih melakukannya aku akan benar benar mencium mu dan memakanmu saat ini juga "
" lepaskan saya , anda tidak boleh begini, lepaa.....mmmmmmm " Dover membekap mulut Barsha menggunakan mulutnya . Menghisap dan melahap penuh bibirnya dengan rakus, seketika Barsha diam mematung dan kaku di bawah himpitan Dover. Bahkan Barsha tidak sadar sejak kapan dia berada di bawah laki laki sialan ini. Karena Barsha sadar dia tidak akan bisa menang melawan tubuh tegap dan besar Dover dia hanya bisa diam dan menutup mata .Perlahan lahan , ciumam Dover melembut terasa dia menikmati cumbuan nya sendiri di bibir manis Barsha sampai terdengar isakan lembut Gadis di bawahnya.
Perlahan Dover menjauhkan bibirnya dari bibir Barsha yang terasa lembut dan tampak merah dan bengkak itu .
Terlihat air mata mengalir dari sudut mata Barsha yang tertutup . Dover tersenyum melihat reaksi Barsha , menurunkan tubuhnya kesamping gadis itu dan menyangga kepalanya dengan tangan kananya , Tangan kirinya menghapus air mata yang mengalir di sudut kanan kiri mata Barsha.
Perlahan Barsha membuka matanya dan menoleh ke arah bosnya dan berkata
" Mr. Dover. Saya tegaskan sekali lagi Anda tidak boleh begitu !! " dengan gerakan cepat Barsha turun dari tempat tidur sialan itu . Menjauh dari laki laki tidak sopan itu dan keluar dari kamar .
Dover hanya bisa tersenyum dengan tingkah laku Barsha , sebenarnya dia ingin tertawa melihat muka merah padam dan tubuh menggigil ketakutan Barsha , tapi dia takut Barsha semakin marah. Jadi yang dia lakukan sekarang adalah tersenyum dan terlentang merasakan degup jantungnya yang masih berdetak kencang meskipun sudah berlalu beberapa menit yang lalu.
CEKLEK
Suara handel pintu kamar terbuka , tampak Barsha berdiri di tengah pintu dan berkata
" Mr Dover , aku tidak bisa keluar dari pintu itu " gadis itu menundukan kepala dan berkata dengan sedikit berbisik pelan .
" hahahahahahahah , ayo aku antar kamu pulang " dover bangkit dari ranjang dan menghampiri Barsha di depan pintu
" aku juga harus merekam sidik jarimu untuk memudahkan akses kamu keluar masuk tempat ini "
Barsha mengikuti Dover menuju pintu,
Dover merekam sidik jari asisten mungilnya ini agar kedepannya dia bisa keluar masuk ke ruangan ini dengan gampang .
Tidak ada suara apapun di dalam mobil , mereka berdua sama sama diam tenggelam di dalam kesunyian. Jarak rumah Barsha tidak begitu jauh dari perusahaan dan ternyata jarak Rumah Dover hanya selisih 5 rumah saja dari rumah Barsha. Setiap hari Dover melewati rumah mungil penuh bunga mawar ini jika berangkat kekantor.
" Turunlah dan besuk berangkat ke kantor bersamaku " Barsha menoleh ke arah Dover kaget dengan perkataan bosnya itu
"emmmm ,tapi Saya ... "
" good night Barsha " wajah ganteng Dover menoleh ke arah Barsha , kemudian mendekat ke arahnya ,
" kau mau aku cium atau keluar ? "
CETREK
Suara kuncian sabuk pengaman terdengar keras membuat Barsha kaget . Buru buru Barsha membuka pintu dan keluar dari mobil ,Tanpa menoleh lagi , Barsha langsung berhambur ke gerbang rumahnya dan masuk ke halaman rumahnya tanpa menoleh kebelakang melihat ke arah bosnya .
" ibuu aku pulang " suara televisi dari ruang tengah menandakan kalau monica belum tidur.
" Barsha , kamu lembur ? sudah makan belum ? " ibu Barsha menghampiri anak semata wayangnya yang duduk dan terlihat lemas itu
" ibu aku lapar , he he he he "
" hahahahahah ok ok , ada ayam goreng dan sayur asem atau kamu mau yang lainnya nak ? " monica mencium sebentar kepala Barsha kemudian berlalu kedapur menhampiri kulkas yang ada di dapur.
" itu saja cukup bu , aku mau membersihkan diri dulu " Barsha berlalu dari kursi menuju kekamarnya.
Monica sudah sibuk dengan peralatan dapurnya dan tidak menjawab perkataan anaknya .
Selesai mandi dan makan ,Barsha kembali ke kamarnya dan mencari ponselnya untuk menghubungi sahabatnya
" Barsha , aahhhh ,besuk aku telp lagi yaa
aaaahhh aku lagi sibuuk , sayaaangg pelan iya disituu aahhh "
tut tut tut tut
sambungan telepon terputus dari pihak ine , beberapa detik berlalu Barsha masih kaget dengan apa yang dia dengar
' wait , Dasar inee iiihhhh , kamu lagi ngapain ' Barsha mengirim pesan ke ine
' aku lagi di apartemen Nando , besuk saja kita bertemu di kantor ya , bye my sweet sun ' balasan pesan dari ine membuatnya menganga
"ahahahahahahahahahahahahahahahahahahhahah
ine gila , nando kan mantanya pacar nya waktu di SMA dulu ,jadi mereka balikan ? "
Barsha tertawa sendiri membayangkan Ine dan Nando balikan lagi karena dari sejak putus Ine bilang kalau dia tidak akan lagi balikan sama Nando karena dia punya penyakit yaitu impoten .
Tapi suara berisih tadi apa ?