" Barsha , ada masalah apa dengan mu ? " Daren melihat Barsha termenung di depan pintu bos mereka
" tidak ada masalah assisten Daren , saya hanya akan kembali ke ruangan saya , permisi " Barsha berlalu meninggalkan Daren yang melihatnya aneh .
" apa yang kamu lakukan ke Barsha , dia terlihat linglung didepan pintu ? " Daren masuk ke ruangan Dover tanpa mengetuk pintu dan melihat Dover sedang mengecek dokumen didepannya terlihat biasa saja .
" aku menciumnya " jawab Dover ringan
" apa ? kau gila, pantas saja dia kaget sampai seprti itu ? " Daren melempar pulpenmya ke arah Dover
" kau tidak sopan , aku bos mu " Dover melempar balik pulpen yang sempat menghantam bahunya .
"Sudah ada Barsha sebagai asistenmu , ijinkan aku untuk mengundurkan diri " sahut Daren
" dalam mimpimu " Dover menjawab tanpa melihat daren
" kau tidak adil sekali, gadismu telah kau temukan . tapi lihatlah aku masih single tanpa ada waktu untuk mencari seorang gadis untuk aku pacar i , waktuku smuanya kau manipulasi . Sekarang kasih aku kelonggaran waktu untuk sedikit santai saja ya , aku butuh seorang gadis , diumurku yang menginjak 30 aku masih perjaka Dover, kau keterlaluan " rengekan Daren hanya didengar saja oleh Dover tanpa di pedulikan ,dia masih sibuk dengan dokumen nya yang harus selesai sebelum makan siang .
yaa ,makan siang
" Daren , pesankan makan siang untuk ku dan Barsha nanti . Aku ingin makan di sini dengan nya "
" dengan ku juga ? " sahut daren
" tidak , aku dan Barsha saja " jawab Dover
" selain kejam kau juga pelit Mr Dover "
" kau memilih potong gaji atau bawa dokumen ini keluar ? " Daren berdiri dan menerima Dokumen yang di sodorkan untuknya
" terimakasih Mr Dover , saya pamit "
Daren keluar dari ruangan bosnya dengan bersungut sungut tidak jelas .
Dia berjalan ke ruangan Barsha
" Barsha , bos menyuruhmu lunch bersamanya nanti di ruangannya , tidak punya hak untuk menolak atau gajimu di potong " Daren berlalu dari ruangan Barsha sebelum wanita itu mengatakan sesuatu. Barsha hanya bisa mendengus kasar dan kemudian menelpon Ine untuk memberitahunya .
******
" masuklah Barsha , aku sudah lapar menunggumu " Dover bisa melihat Barsha dari bayangan kaca pintunya
" maaf Mr.Dover membuat anda menunggu " Barsha masuk kedalam ruangan bosnya dan nampak terlihat bahwa dia masih sibuk .Barsha memutuskan untuk diam saja tidak ingin menganggu. Beberapa saat kemudian Dover beranjak dari kursinya menuju ke sudut ruangan , dia menempelkan telunjuknya ke alat pendeteksi sidik jari yang menempel di tembok .
" aku akan merekam sidik jarimu nanti setelah kita makan , ayo masuk " Dover mengajak Barsha masuk ke ruangan istirahtnya .
Sebuah ruangan yang tidak kalah besar dari ruangan sebelah . Meja makan lengkap dengan kursinya . Kulkas , kompor dan juga wastafel cuci piring .
2 buah sofa panjang dan meja dan sepertinya ada ruangan lagi di sebelah karena ada pintu di sebelah sofa itu .
" duduklah Barsha , ini adalah ruang istirahtku , jika suatu hari kamu tidak menemukan ku di meja kerja itu artinya aku ada di sini atau istirahat di kamar itu " Dover melihat Barsha diam saja dan mendengarkan nya ,kemudian menoleh ke arah yang dia tunjuk .
" Ok " jawab Barsha singkat
" Barsha maafkan aku tadi pagi , apakah kamu marah ? " Dover melihat muka Barsha yang memerah entah malu atau marah dia tidak tahu
" ok " jawab nya singkat
" ok ?? jadi aku boleh menciummu kapan pun aku mau kemudian minta maaf dan kamu tidak marah ? " Barsha membanting sumpitnya ke meja setelah mendengar perkataan Dover kemudian menatap tajam ke arahnya
" Mr Dover , marah atau tidak itu sudah terjadi , anda tidak akan bisa mengembalikan ciuman pertama saya yang anda curi , jadi mari makan dan tidak perlu mebahasnya lagi " sahur Barsha mengebu gebu
" hahahahahahahahahahah , ok ok , mari makan " ucap Dover sambil mengangkat tangannya menyerah . Setelah itu mereka makan dengan diam sampai makanan di depan mereka hampir tandas .
Dover duduk di sofa panjang dan memegang gelas wine sambil melihat siaran televisi ,
" Mr Dover saya permisi , terimakasih atas makan siangnya " Barsha pikir dia sudah membereskan makan siangnya ,
meletakkan kembali piring dan peralatan makan setelah di cucinya .
" masih ada waktu istirahatmu 30 menit lagi, duduklah disini temani saya sebentar " Dover menunjuk sofa di seberang dia duduk , Barsha kemudian berjalan ke sofa dan ikut menonton siaran di televisi.
" Barsha , terimakasih telah menyelamatkan nyawa ku dua tahun silam . Aku mencarimu selama ini , tapi sayang sekali tidak ada jejak mu yang tertinggal di tempat kejadian . Camera CCTV disana tidak berfungsi sama sekali .Aku benar benar mengucapkan terima kasih " Dover memperhatikan wajah manis Barsha yang terlihat biasa saja .
" lantas bagaimana anda tahu kalau dua tahun silam adalah saya ? " tanya Barsha
" dari aroma mawar tubuh mu , selama inj aku selalu mengingat aroma wangi mawar pada tubuhmu , dan itu sangat menarik " Barsha mengerutkan keningnya bingung
" menarik ? " tanya Barsha yang hanya diberi anggukan dan senyuman oleh Dover .
" kau mau minum ? "
" Tidak , masih cukup pagi untuk segelas wine " Barsha menolak tawaran dari Dover . Mereka berdua terdiam hanya menonton siaran yang ada .Sampai pada akhirnya Barsha ketiduran di sofa . Dover sadar Gadis di depannya tertidur setelah mendengar dengkuran halus yang membuatnya menoleh kearah nya.
' Barsha , kau ceroboh sekali ' gumamnya.
Dover mendekat ke arah Barsha dan merapikan anak rambutnya yang imut berantakan . Dengan sekali gerakan , Barsha sudah berada di gendongan nya , kemudian membawanya ke kamar meletakkan nya di atas tempat tidur .
" aaahhhhh " tampak Barsha sedikit terusik setelah tubuhnya diturunkan dari gendongan Dover ke tempat tidur .
" apakah kau lebih suka di gendongan ku ? " Dover berbisik di telinga Barsha
" heeemmmmm " Bahkan dalam tidur pun gadis itu masih bisa menjawab perkataan Dover.
Laki laki itu kemudian meninggalkan Barsha setelah memberikan kecupan ringan di kening nya , menyelimutinya dan menutup korden agar tidak membuat gadis itu bangun karena cahaya matahari .
Dia kembali ke meja kerjanya dan berkutat dengan dokumen nya sampai jam kantor berakhir.
' Gadis ku kenapa belum bangun ? apakah tidurmu begitu nyaman ? '
Dover melihat Barsha yang masih tertidur nyenyak , dia membuka sepatunya dan meyusul gadis itu disampingnya. Ikut Masuk keselimut dan tertidur memeluknya dengan nyaman.