LONDON ( 2 tahun yang lalu )
" Help them , help them ...., call the police , call the ambulance "
Suara beberapa orang berteriak sambil berlari kesebuah mobil yang sudah terbalik di bahu jalan . Banyak orang yang tadinya mendekat namun kemudian berlari menjauh
" Fire fire , get away from there " teriak salah satu orang yang melihat percikan api yang mulai menyala . Mereka berlarian mundur melewati mobil mobil yang macet takut jika mobil yang terbalik itu meledak dan melukai mereka .
Barsha melihat orang yang berlarian dari arah depan mobilnya penasaran dengan apa yang terjadi .Dia memutuskan untuk keluar mobil dan bertanya pada salah satu orang itu
" hey , what's going on there ? "
" accident " sahut seseorang yang kemudian menjauh dari Barsha
' kecelakaan ? terus kenapa mereka malah pergi menjauh ? '
Tanpa sadar Barsha berjalan mendekat ke arah mobil itu ,karena dari kejauhan dia melihat seorang pria yang nampak tidak sadar masih didalam mobil.
Barsha berlari mendekati mobil tersebut , membuka pintu dengan susah payah kemudian membuka sabuk pengaman yang di pakai sang pria .
" hey wake up , wake up . Are u ok ? " Barsha menepuk nepuk pipi pria itu , dan kemudian dia membuka matanya .
" tolong pacar saya , pacar saya " dengan terbata bata pria itu berucap .
" ayuk aku tolong kamu dulu , setelah itu aku akan tolong pacarmu . kita harus cepat , aku mencium bau bensin " sekuat tenaga barsha menarik pria tersebut menjauh dari mobil itu .
" help help , someone help " susah payah Barsha menyeret tubuh besar pria itu menjauh dari mobil , meskipun banyak orang yang menonton tapi tak satu orang pun yang mau mengambil resiko terkena ledakan atau api jika mobil itu meledak ,
mereka memilih untuk menunggu polisi dan pemadam kebaran untuk menolong.
Duuuuaaaarrrrrrrrrrrr
Reflek Barsha memeluk tubuh pria itu agar tidak terkena percikan apik , untung saja jarak mereka sudah cukup aman dari api .
" kau ,kau , sudahkah menolong pacar ku " bisik pria itu lemah
Barsha hanya diam saja , melihat wajah penuh darah pria tersebut , kemudian menoleh ke arah pemadam kebakaran yang mulai datang dan para tenaga medis yang mendekati mereka .
" Maaf " hanya kalimat itu yang bisa dia ucapkan sebelum tubuh pria itu di angkat dari pangkuan Barsha ,dia melihat pria itu menutup mata dan melihatnya menitikkan air mata .
" are you hurt ?would you like to come to the hospital in an ambulance? " seorang tenaga medis mendekati Barsha dan membuyarkan lamunannya.
" no no ,im ok , thanks " setelah mendapatkan jawaban dari Barsha tenaga medis itu masuk ke ambulan yang didalamnya ada pria tersebut dan membawa nya pergi menjauh dari tempat kejadian .
Setelah beberapa saat , api berhasil dipadamkan , Barsha mendekat dan bertanya tentang korban yang ada di dalam mobil tersebut.Mereka bilang tidak ada korban meninggal di dalam mobil. Korban hanya ada satu yaitu Pria yang berhasil dia tolong tadi .
Lalu apa maksud pria tadi ?
Menolong pacarnya ?
' ah sudahlah , syukurlah kalau tidak ada korban meninggal , mungkin sudah diselamatkan oleh orang lain sebelum aku datang '
" Deren temukan gadis itu , gadis yg mengeluarkan ku dari mobil "
" Mr. Dover , kamera di tempat kejadian anda kecelakaan tidak berfungsi saat peristiwa yang anda alami kemarin. Nona Alea tidak ada di mobil anda dan gadis yang menyelamtkan anda juga tidak bisa kita temukan "
Dover menatap asisten pribadinya itu dengan tajam kemudian berseru
" kau tahu aku tidak menerina alasan apapun . Apa kau blm cukup mengenalku Deren ? "
" baik Mr.Dover. Saya mengerti "
Deren membungkukkan badannya kemudian meninggalkan Bosnya di kamar rawat inap tersebut. Melanjutkan tugas Bos nya yang tidak bisa di tolaknya.