" 2 tahun telah berlalu sejak kecelakaan itu , apakah kau masih menyelidiki keberadaan Alea ? kenapa kerjamu lamban sekali . " Dover melihat wajah Daren , asisten pribadinya nya dari kaca spion yang tampak kaget dengan pertanyaan yang dia lontarkan padanya.
" mr. Dover banyak hal yang harus saya lakukan di tempat kejadian karena tidak berfungsinya kamera pengawas saat itu. Beri saya waktu sedikit lagi " Jawabnya bersungguh sungguh
" hah , ? " Dover menghembuskan nafas frustasi sembari melihat ke arah luar jendela
" saya juga sedang mencari gadis yang menolong anda , saya dan team saya juga menemukan jalan buntu tentang gadis itu " Daren juga nampak frustasi . Tidak ada petunjuk apapun di lokasi tersebut. Alea calon tunangan si Bos hilang bagai ditelan bumi. Dan gadis mungil penolong Bos pun belum dapat diketahui siapa orangnya.
Tidak ada obrolan lagi didalam mobil tersebut. Mereka berdua kembali diam hingga sampai di perusahaan.
Daren menghentikan mobilnya didepan lobi , mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Dover.
" Bos , lift khusus sedang ada perbaikan dan untuk pagi ini hanya bisa menggunakan lift karyawan " Mereka berdua masuk ke gedung megah milik Dover berdampingan.
" tidak masalah " Dover berjalan ke lift karyawan di ikuti oleh Daren .Semua pegawai yg berdiri menunggu lift memberikan jalan untuk Bos mereka .
" Good morning Mr. Dover " para pegawai menyapa Dover saat dia berjalan mendekati lift melewati mereka. Tanpa terkecuali Ine dan Barsha yang juga sudah beberapa saat yang lalu menunggu lift untuk pergi ke lantai 5 .
Beberapa saat kemudian pintu lift terbuka . Dover dan Daren masuk ,
Barsha pun menarik tangan ine untuk ikut masuk yang sebenarnya membuat ine kaget , lantaran lift yang didalamnya ada CEO karyawan tidak di perkenankan untuk ikut masuk.
" Maaf Nona , anda boleh menggunakan lift selanjutnya " seru Daren melihat Barsha yang sudah berdiri didekat Bos dan ine yang kaku di sebelah Barsha . Daren melihat Dover menutup mata dan menarik nafas dalam dalam .Dia tahu kalau Dover tidak suka didekati atau berdekatan dengan orang asing meskipun itu adalah pegawai di perusahaannya .
" maaf maaf assisten Daren , Teman saya ini baru datang hari ini. Saya akan memberi tahu dia peraturannya setelah ini "
" tidak masalah ,tutup pintunya Daren " suara Dover terdengar menghangat dan kemudian dia membuka mata. Menolehkan kepalanya untuk melihat wajah orang yang ada di sampingnya .
" apakah kamu wanita itu ? harum mawar ini ? " Dover berkata setengah berbisik , membuat Barsha menengok ke arah Dover tidak mengerti.
" Pardon ? " Barsha tidak begitu mendengar perkatan Dover
" namamu siapa , kamu bekerja di lantai berapa ? " kata itu yang keluar dari mulut Dover kemudian setelah menatap mata sendu Barsha .
" Maaf Mr Dover . saya bekerja di lantai 25 . Dia teman saya yang akan interview pekerjaan baru di lantai 33. Saya akan mengantarnya " Ine menjawab pertanyaan Dover setelah Barsha menengok ke arahnya .
" apakah bau tubuhmu berasal dari parfum langka? Mawar ? " Dover mengawasi wajah Barsha yang seketika memerah karena pertanyaannya.
" owh , emmmmm...... bukan parfum langka , tapi bau bunga mawar ini berasal dari buatan aku sendiri . Shampoo ,sabun dan juga lotion tubuh dari asli mawar yang aku petik langsung dari pohonnya "
Ting..... suara dentingan Lift terbuka di lantai 33 . Ine berpamitan kepada Dover dan Daren untuk keluar di ikuti Barsha di belakangnya .
" Dia , gadis itu yang menolongku di london saat kecelakaan itu . Tubuh semungil itu menyeretku keluar dari mobil. Daren aku ingin dia jadi salah satu staf di lantai 60 "
" Baik Mr. Dover " meskipun nampak sedikit kaget Daren paham apa yang bosnya inginkan . Mungkin Mr Dover hanya ingin membalas budi saja , itu pikirnya .