" Nona Barsha , Anda harus ke lantai 60 untuk melakukan interview . Anda bisa membawa kartu ini untuk masuk kesana " Barsha menerima kartu berwarna emas dari nona Margaret . Setelahnya dia berpamitan dari ruang pimpinan HRD dan keluar dari ruangan itu . Barsha melihat Ine masih duduk menunggui nya dengan wajah tegang .
" Barsha apakah lancar interview mu , kamu di terima kan bekerja disini ? "
ine menghampiri Barsha dengan sedikit berlari kecil
" Ibu HRD tidak melakukan apapun , dia memberiku ini dan menyuruhku ke lantai 60 " dia memperlihatkan kartu berwarna emas tersebut .
" Barsha ini adalah kartu akses masuk di lantai 60 . di lantai itu hanya ada ruangan CEO DOVER dan Assisten Daren " ine nampak meneliti kartu itu , bagus sekali warnanya dan menarik .
" Ine kau temani aku ya , aku sedikit aneh , Aku tidak tahu seberapa jelek dan tuanya CEO perusahaan ini. Apakah dia m***m ? "
" hei , 20 menit yang lalu kita satu lift dengan beliau otak mu kotor sekali , orang se dingin dia aku tidak yakin dia tertarik dengan anak kecil seeprtimu " ine mencubit lengan Barsha lembut
" pokok nya kamu temani aku " rengek Barsha
" tidak , yang boleh kelantai 60 hanya orang yang diberi kartu akses ini. Jika aku berani kesana tanpa perintah , aku akan kehilangan pekerjaan ku , percayalah kamu pasti akan diterima bekerja diperusahaan ini " ine mengembalikan kartu Gold itu ke tangan Barsha dan menariknya ke lift khusus CEO .
" masuklah dan tempelkan kartu itu ke monitor dan lift itu akan membawamu ke lantai 60 , semangat " Ine mendorong lembut tubuh sahabatnya untuk masuk ke lift yang sudah terbuka , dia menunjukkan wajah semangaatnya agar Barsha tidak terlihat tegang .
" aku yakin besuk pasti kamu sudah mulai bekerja , senyum lah " ine memarik bibirnya memberi contoh Barsha untuk tersenyum lebih lebar , Barsha melihat sahabatnya konyol , perlahan pintu lift menutup dan membawa Barsha naik ke lantai 60 itu.
*******
Ting
Suara dentingan lift terbuka membuat Daren berdiri dari tempat duduk dan keluar dari ruangannya , dia melihat Barsha nampak berdiri mematung didepan lift.
" Nona Barsha " suara Daren sukses membuat nya melonjak , Secara refkek dia mengelus dadanya karena keterkejutan yang di buat Daren.
" maafkan saya mengagetkan anda , Mr. Dover sudah menunggu anda di dalam , mari ikut saya " Daren berjalan menuju lorong yang sangat gelap
" assisten Daren , apakah harus melalui jalan itu ? " Daren berhenti melihat raut wajah ketakutan Barsha
"Nona takut dengan lorong gelap ? "
Barsha mengangguk malu dan kemudian menundukkan kepala menyembunyikan wajahnya yang pasti sudah memerah .
" jangan khawatir saat kita berjalan melalui lorong tersebut , dengan otimatis lampu akan menyala "
" Huuuuf ,syukurlah kalau begitu "
Barsha mengekori Daren yang mulai berjalan dengan sedikit berlari kecil .
' pantas saja tidak ada orang yang mau kesini tanpa perintah , smuanya gelap seperti ini '