Sudah hampir setengah jam Dover memperhatikan Barsha melalui kaca besar yang juga merupakan dinding penghubung antara ruangnya dan ruangan dimana Barsha berada sekarang. Dover dengan jelas bisa melihat Barsha tapi tidak dengan Barsha, yang bisa wanita itu lihat hanya dinding Kaca yang bisa memantulkan bayangannya saja.
" Daren , apakah kamu sudah mendapatkan informasi tentang wanita itu ? "
" Dover , tidak semua yang bernama Barsha adalah gadis kecil mu yang hilang itu . Gadis itu bernama BARSHA MARTHEN . Anak dari pasangan pengusaha kaya raya yang sekarang sudah bangkrut , Nathaniel Marthen dan Monica Marthen . Aku yakin kamu pasti tahu perusahaan yang bergerak di bidang properti dan industri garment itu bukan ? " Daren menghela nafas berat setelah menyelesaikan kalimatnya.
" Ayahnya sekarang sedang kritis dirawat di rumah sakit , sedangkan dia dan ibunya tinggal di rumah peninggalan neneknya . Dia lulusan S2 di London .Tentu saja di bidang Bisnis dan manajemen keuangan . Kalau kau tanya apakah dia Barsha mu , aku tidak bisa menjawab karena aku tidak tau" Daren melihat Dover menundukkan kepalanya dan kemudian mendekati Dover dan menepuk sebelah bahunya .
" pergi temui dia jika kamu mau tau jawaban nya " kemudian dia pergi meninggalkan Dover yang masih saja diam .
Didunia nyata , Daren dan Dover memanglah sahabat sejak kecil.
Tapi saat kerja , mereka sangat profesional sebagai atasan dan asisten. Hanya orang terdekat mereka yang tahu jika mereka bukan hanya sebatas hubungan Kerja saja.
******
Menunggu kurang lebih 30 menit membuat Barsha semakin resah . dilihatnya sekeliling tempat dia duduk .
Ruangan seluas ini hanya ada satu set sofa , sebuah mini bar dan Coffee set serta satu lukisan yang menempel didinding.
' lukisan tangan , menampakkan punggung 2 anak kecil berambut panjang dan berambut pendek , berjalan bergandengan tangan . Seekor kucing atau entah itu anjing di sebelah kiri anak perempuan itu , mereka terlihat berjalan di atas rumput dan sepertinya di taman .
Barsha berjalan mendekat ke lukisan itu ,
menyentuhnya dengan rasa penasaran .
' Bahagia ' gumam nya
' kak aksa dan Aku " senyum kecil tersungging ketika Barsha melihat tulisan berantakan yang ada dibawah kanan lukisan tersebut.
" kau suka lukisan itu ? " Barsha menoleh ke arah asal suara ,dilihatnya pria yang ditemuinya di lift tadi pagi
" apakah anda yang melukis nya Mr. Dover ? " Barsha tersenyum dan berjalan menghampiri Ceo itu dan memberikan tangannya untuk berjabat tangan .
" gadis kecilku yang melukisnya " Dover menjawab dan menerima uluran tangan Barsha , kemudian menyuruh nya untuk duduk .
Tanpa basa basi Dover minta Barsha untuk bekerja besuk
" Barsha , bekerjalah besuk di sini. Aku ingin kamu menjadi asisten pribadiku membantu Daren. Aku akan menempatkan mu di ruangan sebelah Daren . Besuk pagi kamu bisa memulai be.... "
" tapi saya tidak mempunyai pengalaman sebagai assisten pribadi , pengalaman saya hanya sekedar manager keuangan di salah satu perusahaan di london " Dengan tergesa gesa Barsha memotong perkataan Dover , dia merasa tidak sanggup menerima pekerjaan itu .
" tidak ada pilihan , perusahaan sedang tidak memiliki lowongan kerja untuk di bagian apapun . Hanya aku yang memerlukan tenaga tambahan untuk meringankan pekerjaan Daren " Dover tahu Barsha tidak akan menolak tawarannya .
Barsha terdiam sejenak , benar dia butuh pekerjaan ini , tapi asisten CEO itu seperti apa pekerjaannya ?
" jangan hanya menatapku seperti itu Barsha , ambillah keputusan mu sekarang " Dover melihat Barsha memalingkan wajahnya karena malu
" baiklah , saya akan mulai bekerja besuk pagi Mr. Dover "
Sesuai dugaan Dover , wanita ini butuh pekerjaan .
" baiklah , smpai jumpa besuk pagi Nona Barsha " Dover berdiri dari duduk nya menuju pintu dan membukanya untuk Barsha,
" Mr. Dover , saya ....saya tidak bisa di kegelapan , bolehkah ....Anda...atau maksud saya tolong .... "
Dover melihat raut muka tegang wanita ini , kedua jari jari tangan nya dengan gelisah meremas ujung kemejanya . Dover mengulurkan tangannya dan tersenyum ke pada Barsha
" Aku antar kamu sampai lift "
' gadis kecilku masih sama saja masih takut dengan gelap , tapi kenapa kamu tidak mengenal lukisan mu sendiri ? '
pikiran Dover masih bertanya tanya tentang gadis kecilnya yang sekarang sudah dewasa ini.
" mari " Dover mengulurkan tangannya ,
tapi Barsha hanya diam saja melihat tangan besar Dover.
" aku bisa jalan sendiri "
" tapi aku tidak menjamin ditengah koridor kamu bisa menabrak ku dan kita bisa jatuh kekolam yg berisi ikan piranha itu, aku tidak mau mati konyol " Barsha masih ragu ragu untuk menyambut uluran tangan Dover. Dan pada akhirnya Dover mulai berjalan keluar
" tunggu " Barsha dengan tergesa gesa meraih tangan Dover ,digenggamnya dengan erat karena takut jatuh kekolam dan mati konyol seperti apa yang di katakan Dover .
***
Dover tidak juga melepaskan genggaman tangannya meskipun mereka telah tiba sampai di depan lift , dia masih merindukan tangan kecil itu yang selalu digenggam saat seperti waktu dulu . Dia memperhatikan punggung tangan Barsha yang putih dan halus dan jari jari lentiknya.Perlahan lahan mendekatkan ke arah bibirnya dan mengecup dengan perlahan .
Terlihat Barsha sedikit tersentak dengan sentuhan dingin bibir Dover dan kemudian membuka sedikit matanya
" Mr. Dover , apakah kita sudah sampai didepan lift ? " Dover tertawa rendah menjawab pertanyaan Barsha .
" aku tidak akan memberi tahu ke padamu " Barsha mengerutkan keningnya
" kenapa ? " suara tawa Dover membuat Barsha menarik tangannya dan melepaskan genggaman mereka
" terimakasih Mr .Dover ,besuk saya akan membawa lilin untuk penerangan disepanjang koridor itu , saya undur diri " Barsha masuk ke dalam lift dan meninggalkan Dover didepan lift dengan wajah merah karena malu .
" Daren , ganti penerangan di seluruh koridor dengan lampu biasa saja , gadis kecilku masih takut dengan kegelapan "
" apakah dia benar benar gadis kecilmu ? " tanya Daren tidak percaya .
" iya , ada luka jahitan di jari telunjuk tangan kirinya karena luka sobek akibat di gigit anjing kesayangannya . Dia penolong ku waktu kecelakaan di london dan gadis kecilku yang selalu menemaniku saat aku melukis di taman 20 tahun yang lalu " Dover melangkah pergi meninggalkan Daren di belakangnya
" Dover , bagaimana dengan Alea ? "
Langkah kaki nya terhenti dan menoleh ke arah sahabatnya itu
" aku yakin dia di berada di tempat Akhram sekarang , itulah alasan sampai sekarang kamu tidak bisa menemukannyan Daren dan tidak bisa melacak keberadaannya "
Dengan santai Dover berlalu , meninggalkan Daren yang nampak bingung dengan apa yang didengar barusan .
' bodoh sekali aku ,kenapa aku tidak mencurigai akhram sama sekali ' dengusnya memukul sendiri kepalanya