“Sudah cukup! Jangan berbicara omong kosong lagi denganku. Aku bukan kalian para monster yang selalu membuat kekacauan di tempat ini! Aku bukan kalian para monster yang suka membunuh manusia dan memakan mereka! Aku adalah aku!” seruku dengan keras sembari menatap tajam monster itu. Monster itu terdiam memandangku untuk beberapa saat, sebelum akhirnya kembali berucap dengan tenang.
“Hei Nak, apa kau merasa lapar?” tanyanya.
“Apa?!” Aku kembali tertegun seketika setelah tiba-tiba mendapat pertanyaan tersebut. Bagaimana dia tahu bahwa aku tengah merasa lapar saat ini?
“Lihat itu!” titah monster itu yang kemudian menarik bahuku dan menghadapkannya pada beberapa tubuh yang telah tergeletak di sana. Melihat pemandangan mengerikan itu seketika membuatku langsung mengalihkan perhatian ke arah l