Kilatan tajam telah diluncurkan oleh monster itu ke arahku. Deru napasnya nampak begitu kencang seakan ingin menunjukkan betapa marahnya dia saat ini. Seolah aku baru saja telah mengusik ketenangan monster tersebut. Mau bagaimanapun amarahnya dia, aku tidak akan mau mengalah juga.
Aku tidak akan takut dan aku siap untuk menghadapinya. Aku tidak segan untuk membalas tatapan sengit dari monster itu dengan tidak kalah sengitnya. Rasanya darahku semakin mendidih. Aku menjadi tidak sabar untuk mulai menyerangnya. Lalu detik kemudian aku telah melesatkan langkah kakiku menuju ke arahnya.
Kaki yang semula tidak bisa berjalan dengan benar, kini telah sembuh total dengan begitu cepat seakan mendukungku untuk melakukan pembalasan terhadap monster itu. Aku semakin mempercepat langkah kakiku