Deru langkah banyak kaki terdengar berada di sekitar pertarungan kami. Mereka mendekat dan semakin membuatku merasa yakin bahwa pasukan bantuan akhirnya telah tiba di tempat. Mereka mulai menuju ke arah pertarungan kami berada. Aku sendiri masih sibuk menghadapi monster yang tengah menyerangku saat ini.
Setelah aku berhasil menendang wajah bagian bawahnya dengan kuat, monster itu langsung terlempar dan jatuh ke belakang. Aku yakin rahangnya telah mengalami keretakan tulang. Meski begitu, monster tersebut hanya terlihat menyentuh rahangnya saja untuk memeriksa keadaannya dengan raut wajah yang biasa, seolah hal itu bukanlah apa-apa baginya.
Bahkan monster itu sempat melempar tatapan remeh kepadaku dan menertawai tendanganku tersebut. Sementara darah segar sudah mengalir di tiap pu