Aku segera berlari dengan cepat memasuki bangunan tersebut. Asap yang ditimbulkan dari ledakan api tersebut mulai memenuhi beberapa area. Banyak orang di dalam yang langsung berlari ke luar untuk menyelamatkan diri mereka. Di tengah kerumunan orang-orang itu, aku berusaha menajamkan indera penglihatanku untuk mencari keberadaan Dad. Kedua bola mataku bergerak liar memeriksa keadaan sembari berusaha menghindari arus manusia yang datang dari arah yang berlawanan.
“Dad! DAD! Di mana kau?!” seruku sembari memanggil nama Dad. Di tengah kepulan asap ini inera penglihatanku ternyata tidak cukup berguna. Hingga aku berhasil tiba di tempat pos jaga milik Dad yang tadi kukunjungi, aku tidak melihat siapa pun di dalam sana. Dengan segera aku semakin masuk ke dalam untuk mencari keberadaan Dad.
“Ke