Seorang pria berlari dalam kegelapan malam, memasuki lorong dan celah di antara bangunan besar dengan membawa sebuah tas berukuran sedang yang kini tengah didekapnya dengan erat. Beberapa orang berseragam polisi juga sibuk mengejar pria itu meski mereka telah jauh tertinggal di belakang.
Jarak di antara mereka itu sontak membuat pria bertopi hitam itu merasa berada di atas awan karena berpikir dirinya telah lolos dari kejaran mereka. Matanya menangkap belokan gang yang dipastikannya adalah belokan terakhir yang harus dilaluinya sebelum dirinya akhirnya berhasil terbebas dari kejaran para polisi itu.
Namun sayang sekali untuk pria tersebut karena di balik belokan itu, sebenarnya aku sudah menunggu kehadirannya. Dan benar saja. Etika pria itu berbelok arah menuju ke arahku, dia beg