Semua nya berfikir sambil melihat-lihat judul film yang akan di tayangkan. Beberapa saat kemudian,
"Kayaknya kalo yang ini seru deh."kata Sintia.
"Gimana guys?" Tanya Rendi kepada teman-temannya.
"Ok deh yang ini aja " jawab Reihan dan yang lain pun mengangguk-anggukan kepala nya.
"Yaudah kalo gitu gue mau antri beli tiket dulu. Kalian tunggu aja disini mumpung belum terlalu ramai loket nya".
Sementara Reihan membeli tiket yang lain pun menunggu di tempat yang telah tersedia.
"Sin, lu kenapa dari tadi tumben diem aja. Ada masalah sama Reihan?" Tanya Sukma penasaran.
"Iya Sin, kayak bukan lu yang biasanya." Kata Riska menimpali ucapan Sukma.
" Iya Sin, kalo ada masalah cerita aja sama kita-kita siapa tau kita bisa bantu cari solusi. Iya gak guys?." Kata Rendi menambahi ucapan Riska.
Sementara Doni hanya memperhatikan teman-temannya mengobrol sambil memainkan game di handphone nya .
Sintia menghela nafas panjang sambil memandangi teman-teman nya satu per satu kemudian berkata :" gue cuma kepikiran sama hubungan gue sama Reihan. Nanti kita bakal berjauhan walaupun dia di kota yang tidak terlalu jauh tapi rasa nya berat banget."
" Gue udah Deket sama Rei dari SMP sampai akhirnya kita masuk SMA yang sama dan memutuskan untuk menjalin hubungan sampai sekarang. Rasanya berat banget buat ngelepas dia." Kini raut wajah Sintia jadi semakin sendu memikirkan akan seperti apa nasib hubungan mereka ke depannya..
"Udah gak usah terlalu di fikirin Sin, lu jalanin aja apa adanya. Kalo memang kalian berjodoh juga gak akan kemana." Sahut Sukma
"Anggap aja ini sebagai ujian buat hubungan kalian. Apalagi nanti setelah Reihan jadi polisi juga pasti akan lebih sibuk lagi kan. Itung-itung buat latihan kalo nanti sering di tinggal tugas sama Rei." Sambung Doni menimpali ucapan Sukma sambil mata nya tak lepas memeperhatikan game di HP nya.
"Iya bener Sin, lagian juga kalian kan kenal udah lama udah gitu hubungan kalian selama ini juga baik-baik aja kan. Jadi apa yang lu khawatirin?". Tanya Rendi sambil membenarkan ucapan temannya.
Sintia kembali menghela nafas nya panjang. Seraya memperhatikan Reihan dari jauh.