Antonia Brancoff duduk di kursi besar, salah satu tangannya menopang dagu dengan serius. Sebuah cincin zamrud besar melingkari jari manisnya, dan kalung rantai emas menghiasi lehernya yang berwarna kecokelatan.
Antoina adalah lelaki blasteran Latin dan Amerika. Selalu mengenakan pakaian kasual yang unik. Kali ini ia mengenakan kemeja pink bunga-bunga, sangat kontras dengan kulitnya yang gelap. Sebuah cerutu terselip di bibirnya, mengeluarkan asap di bagian ujung.
"Sial. Teror si L ini benar-benar memuakkan. Dia membuat banyak model di bawah naunganku khawatir dan cemas! Orang ini benar-benar b******n!" Antonia menyesap cerutu, kemudian mengembuskan asapnya ke arah langit-langit ruangan yang berwarna keemasan.
Ruang kerja Antonia berukuran sepuluh kali sepuluh meter, dengan d******i warna emas di mana-mana. Lampu gantung emas, meja kayu berpelitur keemasan, dinding emas, lantai emas, bahkan kamar mandinya pun memiliki bak emas.
Ini seperti deklarasi kekayaan secara berlebihan. Siapa pun orang yang masuk ke ruangan ini, dalam sekejap langsung menyimpulkan satu kalimat.
Orang kaya yang sangat pamer.
Antonia berkecimpung dalam bisnis hiburan dan memiliki banyak model serta artis di dalam perusahaannya. Dia menjadi pemiliki saham terbesar di dalamnya.
Selain pengusaha hiburan, identitas Antonia yang paling kuat adalah pewaris dari pengusaha minyak Arab Saudi. Ibu Antonia menikah dengan Amr Makruf, pengusaha besar. Sayangnya, pengusaha ini memiliki semacam kelainan sehingga tak bisa memiliki anak. Jadilah Antonia menjadi putra satu-satunya Amr Makruf. Dia digadang-gadangkan menjadi pewaris luar biasa yang akan meneruskan usaha ayah tirinya.
Sayangnya, alih-alih bekerja di bisnis ayahnya, Antonia lebih suka berkecimpung dalam dunia hiburan, melakukan kesenangan di mana-mana. Tidak perlu dikatakan berapa ratus kali media mengambil fotonya saat bersenang-senang dengan wanita yang berbeda seperti ia berganti camilan ringan. Publik sampai muak dengan semua rumor percintaannya yang di luar normal. Lelaki itu pemuja kesenangan pribadi, dan tak pernah munafik akan segala sesuatu.
"Apakah teror si L ini belum diselesaikan?" Cale Beck, sahabat sekaligus teman dekat Antonia, duduk dengan segelas martini di tangan.
Jika Antonia memiliki penampilan yang malas dan angkuh, Cale lebih seperti mahasiswa pascasarjana yang lembut dan sopan. Cale memiliki wajah tampan dengan sentuhan keramahan yang sulit ditolak, membuat orang-orang cepat menerima keberadaannya.
"Belum." Antonia mengutuk di dalam hati. Model-model yang terbunuh oleh si L adalah model di bawah naungannya. Sudah ada empat sejauh ini, ditambah lagi Cindy dan Cathy yang ikut terbunuh juga. Total semua korban enam orang. Dengan gerakan besar ini, polisi masih belum berhasil menangkap pelakunya. Bukankah ini lelucon?
"Bagaimana bisa polisi memiliki kinerja yang buruk?" Cale mendesah panjang, merapikan dasi kupu-kupunya yang berwarna gelap.
"Mungkin bukan polisinya yang memiliki kinerja buruk." Mau tak mau akhirnya Antonia harus mengakui.
"Tapi?" Cale meletakkan martini di atas meja, melihat warna emas yang membuat matanya terasa sakit. Kapan temannya ini akan mengubah selera? Kesukaannya terhadap warna emas sudah menghancurkan reputasi maskulinitas Antonia.
"Mungkin si L ini memiliki kemampuan yang tak main-main." Orang yang bisa melarikan diri dari penyelidikan polisi berulang kali bukanlah orang yang sederhana. Terlebih lagi, setiap pembunuhan selalu ada darah korban yang ditulis inisial nama si L. Bukankah tindakan ini memancing kemarahan polisi dan sengaja mempermainkannya? Betapa besar keberaniannya.
"Hanya saja jika tetap tidak ditemukan, bukankah ini akan membuat perusahaanmu jatuh ke dalam masalah? Lihat saja hal-hal yang telah terjadi. Semua model yang diteror dan menjadi korban adalah model-model milikmu!" Cale ikut khawatir.
Diamond entertainment adalah perusahaan di bawah naungan Antonia yang telah beroperasi puluhan tahun. Perusahaan ini awal mulanya dikembangkan ibu Antonia, hingga akhirnya kini jatuh di tangan putranya. Selama Antonia memegang Diamond entertainment, prestasi Antonia tampak kuat. Dia menunjukkan kemampuannya. Banyak model potensial yang direkrut, banyak artis di bawah sayapnya yang masuk ke dunia perfilm-an. Sejauh masalah kecantikan, Antonia selalu pintar menciptakan peluang baru yang menembus pasar.
"Itu juga yang kupikirkan! Beberapa modelku mendapat teror terbaru dari si L. Tiga di antaranya memilih bersembunyi. Salah satunya adalah Bella Shancez. Wanita itu asetku yang berharga. Dengan kepergiannya, aku terpaksa mengurus kontrak-kontraknya yang terbengkalai. Sial memang. Aku banyak rugi di mana-mana. Si L ini benar-benar menargetkanku!"
Selain wanita, hal yang paling dicintai dan sekaligus suka dihamburkan oleh Antonia adalah uang. Memmbuat Antonia rugi sama saja memancing kemarahannya.
"Kau masih belum berubah. Uang tetap menjadi sesuatu yang kauperhitungkan!" Cale menggeleng lemah, tak berdaya. "Kau sudah berusia tiga puluh delapan tahun. Carilah wanita yang tulus dan menikah dengan baik. Mungkin itu akan mengurangi sikap liarmu!" Cale memberikan nasihat.
"Omong kosong! Kenapa aku harus puas dengan satu wanita jika aku bisa mendapat seratus wanita? Aku bukan kau, Cale! Yang suka mendedikasikan hidupmu untuk satu orang!"
Cale telah berkeluarga, menikahi seorang mantan model bernama Cammelia Collis. Cinta Cale pada Cammelia sangat besar dan dalam. Meskipun Cammelia lumpuh dan mandul, Cale tetap setia di sisinya. Terkadang Antonia tak tahu bagaimana orang seperti Cale bisa sangat setia pada satu orang, memberikan segala-galanya padanya.
Cammelia dulu pernah menjadi model di bawah naungan Antonia. Ini jugalah yang membuat Cale mengenal Cammelia. Kemudian suatu kecelakaan terjadi, sehingga Cammelia mengalami kelumpuhan. Di sinilah cinta Cale diuji. Alih-alih pergi dan meninggalkannya, Cale justru melamar Cammelia dan memberi pernikahan yang megah. Antonia hanya bisa geleng-geleng kepala.
"An, aku dengar beberapa waktu yang lalu ada beberapa psikopat yang kabur dari rumah sakit jiwa. Salah satu psikopat ini terkenal suka menyiksa orang-orang cantik, karena dia pernah mengalami hal serupa di usia remajanya. Coba cari tahu informasi ini. Aku khawatir dia adalah si L yang dicari-cari polisi!" Cale membagi informasi yang ia punya.
Cale adalah seorang pengacara kriminal yang memiliki banyak koneksi. Informasi-informasi seperti itu bisa ia dapatkan dengan mudah.
"Aku akan menyelidikinya." Antonia menjawab dengan serius. "Beruntung Cammelia sudah tidak lagi menjadi model. Jika dia masih menjadi model, aku khawatir dia akan diteror juga!" Antonia teringat dengan istri Cale yang penuh semangat dan vitalitas.
"Aku akan melindungi istriku dengan baik. Dia adalah satu-satunya orang yang kucintai. Jangankan si L. Bahkan jika seluruh dunia menerornya, aku akan tetap menjaga dan melindunginya dengan baik!" Cale terkekeh. Sinar matanya menunjukkan tekad kuat.
"Baiklah baiklah! Jangan pamerkan cintamu untuk istrimu di sini! Aku tahu betapa besar kau menyayanginya!" Antonia mengibaskan tangan, meletakkan cerutunya di asbak berbentuk angsa, dengan warna emas. Cale yang terlalu sering melihat warna emas, mulai sakit kepala.
"Dan tentang model-modelmu yang mendapat teror, ada baiknya aku sarankan mereka bersembunyi di tempat yang aman. Tempat yang tak terjangkau!" Cale mengingatkan, tak ingin banyak korban berjatuhan lagi.
"Tentu saja mereka tak perlu diajari ini! Bahkan aku saja tidak tahu di mana mereka bersembunyi. Terutama Bella. Dia menghilang bak ditelan bumi. Wanita itu memiliki perlindungan diri yang cukup baik!"
Cale mengangguk mengerti, memahami betapa pentingnya mereka bersembunyi. Untuk melarikan diri dari teror si L, memang diperlukan kehati-hatian dan kewaspadaan tinggi. Ini semua tentang hidup dan mati. Siapa yang masih mau bermain-main?
"An, jujur, aku benar-benar pusing setiap masuk ke ruanganmu! Kapan kau akan mengganti seleramu dengan yang lebih masuk akal? Ubah saja menjadi warna putih dan hitam. Itu lebih elegan!" Cale menyuarakan protesnya.
Setiap kali Cale masuk ke ruangan Antonio, entah itu di kantor atau di rumah, Cale selalu merasa masuk ke toko emas.
Antonio tertawa terbahak-bahak. Dia mengguncang kalung emasnya, membuat benda itu bergemerincing renyah. Cale yang melihatnya semakin mengutuk dalam hati. Sialan. Antonio tampak semakin mirip dengan b******n.
"Apa kau tahu emas adalah simbol kekayaan? Cita-citaku dari kecil adalah menjadi orang kaya, penuh wanita, dan menghabiskan banyak hal untuk kesenangan duniawi. Aku sedang membangun mansion baru di pulau pribadi milikku. Aku menggunakan material emas murni. Bukan material campuran seperti di ruangan ini. Atapnya saja nyaris menghabiskan satu tahun pendapatanku di bisnis hiburan."
Cale menendang kaki meja karena kesal. Seharusnya dia tahu karakter Antonia yang nyentrik. Jika dia bisa, Antonia pasti akan memilih mati dengan setumpuk emas di sampingnya. Jika perlu, menguburkannya dengan berlian dan mutiara. Itu saja sudah bisa menjamin kebahagiaan hakikinya.
"Kau harus mulai mempelajari ajaran budha dan filosofi kehidupan. Nanti kau akan tahu makna-makna yang lebih dalam selain harta!" Cale mengingatkan.
"Tidak perlu repot-repot. Aku adalah tuan emas sejati. Filosofi hidupku adalah selama kekayaan datang, aku akan berlutut dengan kedua kaki, menjadi pengikutnya yang setia!"
Tak berdaya, Cale bangkit berdiri dan pergi dari ruangan Antonio.
"Hati-hati di jalan. Lain kali, kau harus datang ke pulauku dan melihat mansion yang aku desain!" Antonio masih tak lupa mengingatkan Cale betapa "kayanya" dia sebenarnya.
"Persetan dengan emas! Aku lebih suka menjadi orang normal yang penuh cinta!" Cale berteriak, yang dibalas tawa lebar oleh Antonio.
…