Setelah teman-temannya mengetahui bahwa aku berpacaran dengan vampire, teman-temanku sebenarnya adalah bangsa vampir dan adiknya Stephen yang meninggal 200 tahun yang lalu.
Apa kalian mau tau?kok bisa adeknya masih hidup, padahal abangnya sendiri melihat adeknya meninggal didepan matanya. Baiklah aku akan ceritakan:
200 tahun yang lalu, tanggalnya Stephen uda lupa, adalah hari adeknya meninggal di depan mata stephen. Sebelum meninggal Stephanie menyampai pesan kepada abangnya, stephanie berkata:
"Saudara kembarku, lupakanlah kenangan bersama kita, dan carilah perempuan yang mau menggantikan aku sebagai adekmu dan pendampingmu, dan carikanlah perempuan yang mau menjadi pendengarmu yang setia agar kamu bisa menceritakan masa sedihmu kepada dia, jadilah lelaki kuat jangan mudah menangis dan terimakasih kar'na uda menjaga aku dengan baik",kata-kata terakhir stephanie sebelum meninggal.
Nama samaran adeknya adalah Christina Aurellia. Dia sebenarnya sudah menjadi vampir, tapi kok aku gak tau kalau dia itu vampir padahal mukanya seperti manusia biasa, rupanya adeknya memakai make up agar menutup muka pucatnya agar tidak diketahui oleh manusia yang memburu vampir.
Sebenarnya dari nama samaran aja sudah tau ya kalau dia itu Stephanie christina cullen. Pada saat stephen mengetahui adeknya masih hidup, dia sangat senang sekali, dia senang banget sambil memelukku karena uda menjaga dia dengan baik, dia berterimakasih kepadaku.
Aku sangat senang senang karena melihat kakak beradek kumpul di depan mukaku. Aku menghampirin Stephen dan berkata:
"wahh..bby semoga senang terus ya, akhirnya bisa lihat kamu tersenyum kembali",kataku sambil memegang tangannya.
"makasih ya Mel, karena sudah menjaganya dengan baik",jawabnya sambil mencium keningku.
"Berterimakasihlah kepada keluarga Moldovia",katakh sambil menunjuk temanku (kakak-beradik).
Stephen menghampiri Adeline & Clarrisa Moldovia dan berkata:
"Terimakasih ya, karena sudah menjaga adekku",katanya sambil bersalaman dengan mereka.
"Gk perlu sungkan, itu sudah jadi kewajiban kami sebagai temannya",jawab mereka dengan senyuman lebar.
Setelah mengetahui adeknya masih hidup, Stephen sangat senang sekali mendengarnya. Sekarang adeknya tinggal serumah dengan kakak kandungnya, aku terpaksa harus pindah kerumah dulu, tapi stephen menahanku untuk pergi dari rumah nya. Aku terpaksa harus menerimanya agar dia tidak mengeluarkan rasa sedihnya, sebenarnya aku sudah sangat senang melihat mereka berdua bahagia.
•1 TAHUN KEMUDIAN•
1 tahun sudah berlalu, aku sudah mulai sibuk dengan pekerjaan baruku dan beberapa hari lagi aku akan menjadi Mrs.Cullen. Awalnya aku tidak percaya dengan omongan Stephen saat dia meramalku, lupanya itu beneran dan sangat nyata sekali. Adeknya menerima aku sebagai kakak ipar yang akan datang di keluarga Cullen, pada saat itu aku mulai bekerja untuk masa depanku dan anak-anak.
Stephanie Cullen sekarang dia menjadi kepala sekolah disebuah sekolah yang di dirikan oleh Stephen Cullen.
Beberapa bulan kemudian adalah hari yang paling bahagia sekali. 3 bulan yang lalu Stephen meramalku dan kita sudah menikah.
"Saat itu aku diajak Stephanie ke reuni para vampir dirumah mereka, tiba-tiba Stephen datang dengan jas yang keren dan dia tambah ganteng. Rupanya itu adalah rencananya Stephanie, karena Stephanie uda pengen mempunyai abang ganteng ^_^".
Aku masuk di halaman belakang dan semua para vampir melirik aku sambil tersenyum, aku pun bertanya kepada Stephanie yang sedang berbicara dengan temannya.
"Steph, kenapa semua orang pada melihat aku sambil tersenyum?",nanyaku kepada Stephanie.
"Santai Meli, mereka hanya senang melihat kamu manusia yang berani mencintai vampir, awalnya aku gk terlalu senang kamu bersama saudara kembarku. Tapi sekarang aku salah menilai kamu sebagai manusia yang setia mencintai vampir",jawab Stephanie sambil mengambil segelas darah.
"Maksud kamu apa steph?"nanya ku dengan muka binggung.
"Kamu akan mengerti nanti",katanya sambil tersenyum.
"Hmm oke",jawab ku dengan pasrah.
Tiba-tiba MC(pembawa acara) berbicara, seakan-akan acara sudah dimulai.Dia berkata:
"Pada hadirin kepada Clan Moldovia, Clan Fry, Clan Drown dan yang paling penting Clan Cullen. Hari ini adalah hari yang sangat bahagia karena bisa berkumpul kembali selama 100 tahun yang lalu, dan aku berterimakasih kepada "Stephen Christino Cullen, Stephanie Christina Cullen & Amelly Cullen". Saya ingin mempersilahkan Stephanie Cullen, Stephen Cullen dan Amelly Cullen untuk maju ke panggung".
Stephen, Stephanie dan aku meletakkan minuman dan segera pergi menuju panggung sambil berdampingan.
"Selamat malam Ladies and gentleman, terutama kepada keluarga Moldovia yang uda menjaga adekku dengan baik dan saya ingin mengucapkan terimakasih kepada keluarga Moldovia. Dan kepada Ms.Amelly cullen, saya akan memperkenalkan Bahwa Ms.Amelly Cullen adalah istriku dan dia adalah manusia, apakah para hadirin acara mau menerima manusia bergabung kepada kami para vampir?"nanya Stephen kepada peserta acara.
"Mr.Cullen dan Mrs.Cullen kami semua menerima Mrs.Amelly Cullen sebagai keluarga kami meskipun dia bukan vampire."jawaban dari salah satu peserta acara.
Aku pun sangat senang sekali, karena mereka mau menerima aku sebagai keluarga mereka meskipun aku bukan vampir. Dan aku memberanikan diri untuk bicara.
"Hai, terimakasih karena sudah mau menerima aku sebagai keluarga kalian",kataku sambil menangis.
Setelah acara diskusi selesai, Stephen memelukku dan dia berkata:
"Lepaskanlah kesedihanmu Meli, aku selalu ada disampingmu, dan panggillah aku kalau kamu membutuhkan aku."kata stephen sambil mencium heningku.
"Makasih ya, sayang",jawabku.
"Sama-sama",jawabnya.
Setelah beberapa hari kemudian, Aku sudah merasa agak sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Aku sangat ingin berterimakasih kepada Suamiku yang sudah menemaniku dengan tulus dan setiap pagi dia selalu membuat sarapan untukku dengan penuh perasaan cintanya.