Setiap pagi Stephen selalu tidur di petinya karena dia aktif pada siang dan malam. Aku harus pergi kerja karna uda 2 hari aku ijin dengan alasan sakit, kalau alasannya ijin sakit pasti bakal curiga sama bossku.
Akhirnya aku berangkat dan berlarian ke halte bus, aku masuk kerja jam 9 dan sekarang uda jam 8.28, aku takut telat nih.
~Jam 7.50(malam)~
"Akhirnya pekerjaan siap dan bisa kembali di kasur aku yang enak",kata aku.
~Saat di Halte~
"Ehh? itu Stephen, kok keluar rumah",kataku dalam hati.
tiba-tiba stephen melihat ku dengan senyum sambil melambai tangannya.
"Hai bby, Capek gk sini aku gendong in",katanya.
"Ehh..bby gak apa kok aku masih bisa jalan kok",kataku.
"Gak apa kok bby, sini",katanya.
"Okelah bby, makasih ya",jawabku.
"Iya bby, sama-sama",jawabnya dengan gembira.
"Bby?"
"iya?",jawabnya.
"Bby kok aneh ada kabar gembira ya?",nanya ku dengan muka binggung.
"Bby gak tau?",nanya Stephen kepadaku.
"Tau apa bby?",nanya ku balik.
"Nanti saja sampe rumah aku kasih tau kamu",jawab stephen dengan senyuman lebar.
"Baiklah",jawabku.
15 menit kemudian sampai lah dirumah, aslinya kalau aku sih butuh 20 menit baru sampe rumah.
"Ehh.bby apa ini?",nanyaku.
"Bby, kamu sedang mengandung!!",jawab stephen sambil mencium heningku.
"Hah?tapi bby aku masih belum merasakan apa-apa",jawabku dengan muka heran.
"Tunggu bby 2 menit lagi uda ada kejadiannya",kata stephen.
~2 menit kemudian~
"Aduh pengen mual bby",kataku sambil berlarian ke toilet.
~1 menit kemudian~
Aku keluar dari toilet dengan muka binggung dan senang, karena aku mengandung anakku.
"Bby...kok kamu tau aku mengandung?",nanyaku dengan stephen.
"Para vampir bisa mengetahui keberadaan anaknya bby Dan yang penting makasih ya bby, I Love You bby",katanya.
"Sama-sama bby",jawabku.
Selama ini aku merasa nyeri di punggungku, perut uda semakin besar, Stephen selalu membahagiakanku dengan cara:
•Setiap pagi membuat sarapan kesukaannya dan kesukaanku.
•Siang harinya dia selalu membantuku mencuci baju dan menjemur Baju.
Aku senang karena telah memilihnya meskipun kita berbeda. Dia selalu memiliki banyak acara yang harus dia datangin, tapi dia tidak datang dan meminta tolong kepada adeknya untuk menggantikannya, bukan acara pesta aja tp semua acara penting seperti pemotongan tali untuk toko roti yang dia inginkan dari kecil.
Stephanie sering datang berkunjung abangnya karena membahas masalah sekolah mereka, masalahnya adalah murid-murid yang membully siswa lain, ada juga yang boros sekolah dan juga ketahuan mer*k*k.
Aku ingin ikut menyelesaikannya tetapi stephen melarangku untuk ikut diskusi, dia takut aku terjadi apa-apa. Aku bsudah berusaha bilang "Aku gk apa-apa kok, bby", tapi dia tetap gak mau T_T. Masalah sekolah semakin parah karena para cowok selalu mempermainkan Stephanie dan akhirnya 2 minggu kemudian stephen diangakt menjadi kepala sekolah baru,dan stephanie dia dikabarkn pingsan pas mau berangkat ke sekolah, aku pun terburu-buru sekali dan terpeleset untuk aja gk jatuh karena stephen datang menangkap aku. Aku merasa sangat terkejut sekali, rasanya seperti jantungku mau copot.
Saat kejadian itu aku sudah merasa ketakutan sekali, untung stephen orangnya sabar banget kalau tidak kena marah terus.Pas itu saya saat shock mendengar kabar stephanie yang pingsan saat mau berangkat kesekolah, saat aku bertanya dengan dokter, dokter berkata:
"apakah kamu wali dari stephanie cullen?",nanya dokter kepadaku.
"iya dok, nama saya amelly cullen wali nya dok",jawab ku.
"Baiklah, jadi gini yang bawa bu stephanie kesini adalah salah satu warga yang merasakan bahwa tubuh bu stephanie sangat dingin sekali seperti es",kata dokter.
"oh tidak, bagaimana ini?",kataku dalam hati.
"Tenang bu amelly, saya sudah tahu bahwa bu stephanie adalah vampir karena aku juga vampir",kata dokter.
"Benarkah dokter?",nanya ku kepada dokter dengan muka senang.
"Iya benar,saya memperkenalkan diri dlu. Nama saya Amilio dari keluarga Alvarretta",jawabnya.
"T..Tunggu dulu, kata dokter dari keluarga mana?",nanya dengan muka binggung.
"Dari keluarga Alvarretta, kenapa bu Amelly?",jawabnya dengan muka binggung.
"Dok?Apa kamu punya saudara yang hilang?",nanya ku kepada dokter.
"Hm..ada nih, aku udah lupa namanya tp dia memiliki muka yang persis dengan kamu",katanya sambil melihat mukaku.
"Apakah kamu ada waktu jam 5 siang ini?",nanyaku.
"Ada kok bu amelly, ada apa ya?",nanya nya kepada ku sambil mengecek jadwalnya.
"Panggil aja amelly, kalau gitu bisakah saya kerumah anda?",nanya ku.
"Bisa kok amelly, sekalian aku kasih obat yang kutinggal dirumah untuk stephanie",jawabnya
"Iya dok makasihnya",jawabku dengan senyuman dikit.
"Panggil aja amilio",katanya.
" baiklah amelio,sampai ketemu jam 5",kataku sambil melambai tangan.