Assalamu'alaikum ibuuuuu...... ibuuuuuu.. zira memanggil ibunya ngak ada ia lihat, Nadhira adik perempuan zira Mereka hanya berselisih umur 3 tahun saja, kadang Dira juga menjadi teman berbagi untuk zira dikala dia lelah dengan segala pikiran yang ada. dek dimana ibu dan Ayah kok ngak keliatan dari tadi kakak cari dek, kemana mereka dek...
kak zira Ayah pergi kesawah liat padi, sementara ibu ke tempat uwo ( bibi ), kata ibu ada perlu tadi.
hhhmmm... zira bagaimana hasil UN nya kak. zira tersenyum tipis pada bibirnya, ya hanya dengan senyuman itu adiknya Dira bisa tau kalo kakaknya lagi bahagia, kakak zira lulus yaaaa.. semangat Dira pada zira kakaknya dan langsung berhamburan kedalam pelukan zira.
selamat ya kakak, selamat atas kelulusan kakak dan semoga kakak berhasil meraih nilai tertinggi nanti nya.. ucap Dira.
iya dek.., terima kasih ya, kakak bahagia sekali dek, dan mudah mudahan dengan nilai ini kakak bisa diterima di sekolah yang kakak mau. Aamiin ucap Dira dan zira serentak, mereka pun tersenyum bahagia masih dalam berpelukan.
kak ayook kita makan, ibu masak sambal tongkol balado dan juga jengkol balado kak, hehehe kesukaan kak zira nii, hahaha kamu ini dek, tau aja kalo kak lagi lapar. zira dan Dira makan bersama Tampa Ayah dan ibunya, mereka makan dalam diam, karena begitulah yang selalu diterapkan oleh pak Ahmad pada keluarga nya. saking laparnya zira habiskan makanan dua piring sekali Gus, hahaha, gimana ngak meningkat selera makan zira ada sambal favorit nya yang dimasak oleh ibunya tercinta. selesai makan zira bersihkan meja makan, sementara Dira mencuci piring di dapur.
deeeek.... kita sholat zhuhur bareng ya, setelah itu kita ngaji bareng ya dek, hafalan kamu sudah lumayan ya dek sekarang. panggil zira pada adiknya Dira. Dira yang mendengar kakaknya bicara langsung manyahuti ucapan kakaknya. iya kak, kakak wudhu dulu aja ya, habis ini aku langsung wudhu juga.
zira dan Dira sholat bersama dengan khusyuk, tidak lupa mereka selalu mendoakan kedua orang tua mereka agar selalu sehat, lancar rezekinya dan zira ingin kelak suatu saat nanti dia bisa bahagiakan Ayah dan ibunya.
selesai berdoa zira dengar samar- samar ada terdengar suara ibunya memanggil dari luar. Assalamu'alaikum.. ucap ibu sambil mengetok pintu utama rumahnya... Waalaikumsalam sahut zira dari dalam sambil menuju pintu.
ceklek....
assalamu'alaikum ibu, sahut zira sambil mencium tangan ibunya, waalaikumsalam salam sayang, zira sudah pulang nak, gimana tadi disekolah nak, apa nilai zira bagus. Alhamdulillah ibu zira lulus dengan nilai bagus. Alhamdulillah ucap zira dan ibu bersamaan.
zira, adik mu mana, kok ngak keliatan, ibu bertanya pada zira sambil celingak-celinguk kiri kanan, Dira lagi di kamar Bu, dia lanjutkan hafalan surat pendek nya. ooooo, kalian sudah makan???
sudah ibu, habis makan kami langsung sholat bersama dan baru saja selesai sholatnya. hehehe kata zira sambil cengengesan pada ibunya.
ya sudah ibu mau sholat dulu, soalnya tadi ibu sudah makan di tempat uwo ( bibi ).. iya Bu, sahut zira, dan zira kembali ke kamarnya dengan Dira. ya mereka satu kamar berdua. hidup sederhana dan bisa makan dua kali sehari itu sudah lebih dari cukup bagi zira....
matahari sudah menyembunyikan dirinya di ufuk barat, pertanda waktunya malam datang dan digantikan indahnya cahaya bulan yang terang. tentunya Meraka melaksanakan sholat magrib bersama, melepas lelah, bermunajat, mengadukan hidup Meraka kepada sang Khaliq. selesai sholat biasa mereka mengaji hanya satu halaman saja. zira yang sudah lancar baca Alquran nya sesekali membenarkan bacaan adiknya Dira. ibu sudah sibuk menata makanan di meja makan dan ibu memanggil kami untuk makan bersama. setelah makan Ayah memulai pembicaraan malam ini. Ayah menanyakan pada zira gimana kelanjutan sekolahnya, karena ayahnya tidak pernah memaksakan keinginan zira. Alhamdulillah Ayah nilai zira bagus dan zira harap zira bisa diterima disekolah yang zira ingin kan Ayah. Ayah zira hanya diam, pak Ahmad memikirkan biaya dari mana untuk anak gadisnya ini sekolah keluar daerah. Ayah panggil Zira, eeehh iya nak ada apa, kenapa ayah melamun???
engak nak, ayah hanya memikirkan kamu bentar lagi sudah mau sekolah jauh dari pantauan Ayah, ayah khawatir sama kamu nak, ucap pak Ahmad pada zira putri sulungnya yang sangat dia sayangi, gimana tidak khawatir pak Ahmad dengan keadaan zira, di daerah yang ingin zira tuju tidak ada seorang pun sanak keluarga mereka yang tinggal di sana, yaaa zira kemungkinan akan menyewa kost kostan untuk tempat tinggal nya. nak kata pak Ahmad pada zira, iya Ayah ada apa, boleh Ayah bicara dengan ibu kamu dulu. apakah ibu kamu punya simpanan untuk uang pendaftaran kamu kesekolah itu nanti.
buuk, bisa ayah bicara sama ibuk, kata pak Ahmad pada ibu Yanti, iya pak ada apa. terlihat gusar dan khawatir dari raut wajah pak Ahmad dengan banyak hal yang dia pikirkan tentang Anak sulungnya yang akan sekolah keluar daerah. bapak mau ngomong apa pak, ???? tanya buk Yanti.
begini buk besok kan zira mau pergi melamar sekolah ke daerah Painan, zira ingin pergi sendiri kesana, tapi bapak khawatir dia nanti kenapa-kenapa atau bisa jadi dia nyasar nanti buk, terus bapak mau ngantar kan zira besok, tanya ibu Yanti, dan pak Ahmad pun langsung membalas dengan anggukkan. iya buk, rencana besok bapak mau temani zira dan sekalian nyari kost an yang dekat dari sekolahnya zira. ucap pak Ahmad pada buk Yanti. baik pak, ngak apa-apa bapak pergi besok, Oya pak ini ada duit untuk melamar sekolah dan uang ongkos buat besok, mudah mudahan cukup untuk makan siang bapak sama zira nanti. iya buk jawab pak Ahmad.
Azan subuh sudah terdengar berkumandang, zira langsung membersihkan diri dan sekalian berwudhu untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim muslimah. saat bertemu sang Khaliq zira melepaskan segala beban yang ada dalam hatinya, pada Allah lah zira bisa mengadukan kesusahannya dan keinginan nya untuk menggapai cita-cita nya.
selesai sholat zira selalu membantu ibunya memasak untuk sarapan keluarganya, zira sudah siapkan semua keperluan untuk melamar kesekolah yang kamu inginkan nak, tanya pak Ahmad ayahnya zira, sudah pak...
semua sudah zira siapkan dari semalam, ini pak nasi gorengnya, yaa zira mengambilkan nasi goreng untuk sarapan Ayahnya sebelum berangkat ke kota Painan untuk melamar sekolah sebagai murid baru. sekolah favorit di kabupaten tempat dia tinggal, dari daerah mana saja mendambakan untuk bisa sekolah di situ.
buuk.... bapak pamit yaa, bapak antar zira dulu, ibu dan Dira baik baik ya selama ayah tinggal, ucap pak Ahmad sambil pamitan kepada istri tercintanya. iya pak, sahut buk Yanti sambil mencium tangan pak Ahmad,....
buuuk zira pamit ya, Dira kakak berangkat ya,, doakan zira diterima ya disekolah yang zira inginkan. ucap zira sambil mencium tangan ibu Yanti, iya sayang, pasti ibu do'akan untuk putri tersayang ibu..
Assalamu'alaikum buuuk, Dira.....
" waalaikumsalam...