zira menikmati perjalanan dari kampung halamannya kekota tujuan untuk mewujudkan cita-cita dan harapan dia kelak. ya dia ingin sekolah di sekolah kejuruan yang ada di jantung kota tersebut. pak Ahmad yang melihat binar mata zira , hanya mengulas senyum tipis di sudut bibirnya, yang sangat tipis sekali sehingga tak terlihat oleh zira.
zira.... panggil pak Ahmad pada anak sulungnya ini, ya pak ada apa tanya zira, kita turun di halte bis depan ya nak, kalo dari halte bis sini kita turun maka dekat berjalan kaki kesekolah yang kita tuju nak," ucap pak Ahmad pada zira.
baik pak, jawab zira sambil tersenyum sumringah karena dia sebentar lagi bakal sampai di tempat yang dia tuju.
baaang halte depan kiri yaa, ucap zira pada sopir bis, dan sopir bis pun berhenti sesuai dengan yang diminta zira. pak kita minum dulu ya, zira haus ne, ucap zira, baik nak jawab pak Ahmad, pak Ahmad mengedarkan pandangannya kesekitar halte bis, dan dia melihat di ujung jalan ada penjual POP ICE, dia berminat untuk beli POP ICE satu saja buat zira, sedangkan pak Ahmad lebih memilih minum air meneral A**A. ini zira minumnya, setelah ini baru kita lanjut ke sekolah ya nak. setelah masukkan lamaran disekolah kita cari kost kostan dekat sekolah saja ya nak, biar kamu ngak perlu naik ojek kesekolah ya. zira hanya memberi anggukan pada pak Ahmad sebagai jawabannya.
zira sangat takjub melihat sekolah didepan matanya, ya sekolah impiannya sebagai anak pertama dari keluarga yang bisa dibilang kurang mampu, tapi zira tak pernah mau menerima pemberian dari orang lain, kecuali orang itu memberikan dia pekerjaan. walaupun dia anak seorang petani dan ibunya buruh kebun dia tak pernah lelah dan selalu bersyukur dengan apa yang dia dapat, ya dia tidak mau membuat Ayah dan ibunya kecewa terhadap dirinya nanti.
" permisi pak, maaf mau bertanya, ucap zira pada satpam sekolah yang sedang berjaga di gerbang sekolah tersebut, ya ada perlu apa nak, jawab satpam tersebut. pak, apakah sekolah ini masih membuka lamaran untuk siswa baru??? tanya zira lagi, OOO masih nak, silahkan langsung saja masukkan berkas- berkas dan syaratnya pada ruangan yang didepan itu ya. isi formulir nya dan nanti kalo sudah memasukkan tunggu hasil nya tiga hari lagi ya, ucap pak satpam tadi pada zira. zira tersenyum ramah dan pamit sama satpam tadi dan langsung memanggil pak Ahmad untuk masuk kedalam bersama zira.
dengan sangat antusias nya zira mengisi formulir dan dengan hati- hati zira menulis agar tidak ada coretan pada formulirnya, sesering mungkin zira mengeringkan tangan nya yang basah akibat rasa grogi dalam dirinya dan zira takut sekali formulir pendaftaran dia rusak. setelah selesai mengisi formulir zira langsung menyerahkan kembali kepada petugas TU sekolah dan membayar biaya pendaftaran dan beli baju seragam sekolah sekaligus. ya tadi pagi pak Ahmad sudah diberi uang oleh buk Yanti sedikit uang untuk membayar biaya pendaftaran zira untuk sekolah. zira bapak ke kamar mandi dulu ya bapak ingin B******r kecil dulu ya. kamu tunggu bapak disini ya. baik pak ucap zira mengangguk kan kepalanya pertanda dia setuju, toh di siang ini banyak anak-anak yang lagi mendaftar kan diri mereka disekolah ini, ada yang sudah menginap di kost kostan teman atau saudara mereka disini, ada yang dari ujung daerah ini juga yang ingin sekolah. pengalaman hidup zira akan dimulai di sini, ya perjuangan nya untuk cita - citanya.
Lima belas menit zira sendiri dan selama itu pula zira hanya diam saja, namun tak luput dari pandangan seorang siswa baru yang dari tadi merasa tertarik dengan kecantika zira... siapakah laki-laki tersebut....
???????
bapak sudah siap, yok kita cari kost kostan di dekat sini pak, tadi zira dengar dari anak-anak yang mau cari kosan juga, katanya di depan sana ada gang dan di dekat g**g itu ada kosan yang masih terima kost putri ayah, ucap zira sama ayahnya. ooooo, jadi Putri ayah ini suka nguping omongan orang ya, hehehe ucap pak Ahmad nyengir kuda dengan memperlihatkan giginya yang rapi dan putih, ya pak Ahmad laki - laki yang tidak suka merokok sejak beliau masih muda dulu, jadi tak heran kalo di usia yang tak muda lagi gigi nya masih sehat.
aaahhh bapak apaan sih, ngak lah pak, tadi itu zira bertanya pada salah seorang perempuan yang juga lagi daftar di sekolah ini pak. kita liat lokasi dan tempatnya saja dulu pak. kalo ok nanti jika zira benar-benar lulus baru kita sewa kamarnya ya pak. sampai di kosan yang zira tuju dengan bapaknya zira langsung melihat keadaan kamar, kamar mandi dan tempat masak. dia tidak memilih-milih kamar, ya kosan yang dia tuju sangat terjangkau harganya, selain itu minim fasilitas lagi, tapi tak menyurutkan niat zira untuk tinggal di sana, karena zira tau kalo orang tuanya tidak cukup uang untuk membiayai sekolah nya nanti. baik pak, saya suka nanti kalo saya jadi lulus di sini saya ambil kamar bawah saja ya pak, tak apa mahal dikit, kan kamar mandinya Sama dapur ada di dalam pak. tapi nak itu hargany kan agak mahal nak. kata pak Ahmad pada zira, dia khawatir kalo tidak sanggup nantinya membayar. zira tau kalo bapaknya mengkhawatirkan biaya kosannya, sangat terlihat dari raut wajah bapaknya yang memang sudah tidak muda lagi. bapak tenang saja ya, insyaallah kita sanggup membayar nya, ucap zira sambil tersenyum pada bapaknya itu. pak Ahmad hanya bisa menghela nafas panjang dan berusaha untuk tetap berpikir positif kedepannya akan baik-baik saja.
"insyaallah ya nak" jawab pak Ahmad sambil tersenyum getir..
ya sudah bapak.... belom selesai pak Ahmad bicara , perut pak Ahmad sudah mengeluarkan musik khas perut kosong..
kreek....kruuuuk... zira kaget mendengar kannya dan memandang wajah sang bapak dan mereka saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak.
" hahaha.... hahaha, zira tertawa lepas sambil memegang perutnya yang ternyata juga sudah memberi sinyal kalo sudah harus di isi. hhhhmmm ternyata anak gadis bapak juga sudah lapar toh, kirain bapak saja tadi, kembali mereka tertawa terbahak-bahak. ya sudah buruan kita kembali kepasar ya, kita cari makanan di sana, yang sesuai isi kantong bapak ya nak, ucap pak Ahmad pada zira. " siap pak jawab zira sambil mengangkat tangan nya mendekati jidatnya, kamu ini ada-ada saja, kata pak Ahmad sambil mengelus kepala zira yang tertutup hijab.
zira dan pak Ahmad akhirnya mereka makan siang di warung kaki lima yang menyajikan sate Padang khas kota Painan, yang mana ngak ada yang jual di daerah lain. mereka makan dengan lahapnya, entah satenya enak, atau emang mereka kelaparan. hahaha
pak aku punya duit sepuluh ribu, kita beli jeruk limau ya pak, untuk di bawa pulang, biar sama-sama nanti kita makan bareng ibu dan juga Dira. kamu mau emangnya nak, tanya pak Ahmad, ?????
iya pak, kan jarang-jarang kita tu makan jeruk pak. ya sudah sana beli satu kilo saja ya. nanti bapak takut ngak cukup buat ongkos kita pulang. baik pak sahut zira.
zira langsung membeli buah jeruk yang dia inginkan tadi, dan di tempat itu dia berjumpa dengan pria yang sama-sama mendaftar kan diri disekolah yang sama.
hallo boleh kenalan, nama saya Alvin, namun zira tidak membalas tangan Alvin yang dia ulurkan kepada zira, zira justru menjawabnya dengan menangkupkan tangannya kedada nya sambil jawab assalamualaikum, terima kasih sudah mau berkenalan dengan saya, nama saya zira, sahut zira dengan senyum khas zira yang sangat manis dan meneduhkan hati siapa saja yang melihat senyuman zira. kalo boleh tau zira dari mana, saya Alvin dari Batang kapas dan saya disini tinggal di mesjid sebagai Garin. OOO, saya dari berlant, alias Barung- Barung balantai. OOO jadi kamu orang berlant ya, ya biasalah ya muda mudi jumpa dan ada rasa gimana gitu. hehehe..
setelah membayar jeruk zira langsung kembali ketempat bapaknya dan mereka langsung pulang menaiki bis yang melewati kota ini, zira yang lelah seharian ini melakukan aktivitas nya di kota baru ini, dia langsung ketiduran di dalam bis sampai akhirnya dia sampai di tempat tujuannya, ya dia harus pulang kembali dulu, nanti tiga hari lagi baru kembali melihat hasil nya.
assalamu'alaikum......
assalamu'alaikum diraaaa
ibuuuu aku pulaaaaaang, ucap zira yang sangat senang saat ini, ya zira senang bisa beliin oleh-oleh buat ibu tercinta nya dan adik kesayangannya ini.
terdengar suara sahutan samar-samar dari belakang rumahnya menyahuti salam zira, " waalaikumsalam nak, sudah pulang kamu toh, bapak mana, tanya Bu Yanti pada putri sulungnya ini, karena dia belom melihat suami nya dari zira datang, bapak tadi mampir kerumah uwo ( bibi), buk, kata bapak ada urusan sebentar, makanya zira duluan pulang, zira capek mau bersih-bersih badan dulu buk, habis itu aku mau sholat dulu buk. ya sudah nak, pergi sana mandi dan sholat dulu, ibu siapkan makan malam dulu ya... hhhhmmm sahut zira.
waktu makan malam tiba, zira dan seluruh keluarga nya sudah berkumpul dimeja makan, tidak lupa pula zira meletakkan jeruk yang dia beli tadi saat mau menunggu bis datang.
waaaah ada jeruk, aku mau dua ya, iya boleh sahut ibu Yanti pada anak bungsunya, ya siapa lagi kalo bukan Dira. setelah makan zira memulai bersuara, buk tadi aku sama bapak udah langsung cari kosan dekat dengan sekolahan buk, dan aku memilih kamar bawah, karena di kamar bawah, dapur dan kamar mandinya ada didalam buk. dan biayanya agak sedikit mahal dari yang biasa buk, ucap zira pada ibu Yanti, Bu Yanti hanya memberi senyum manis pada zira, dia tidak marah sama anaknya ini, karena dia tau anaknya tidak bisa terlalu berbaur sama orang-orang yang terlalu banyak, ya zira anaknya ini orangnya suka dengan kedamaian dna ketenangan. kamu suka ya nak tempat itu? tanya Bu Yanti pada zira. zira suka kok Bu, suka banget malah. emang sih kosannya tidak bagus, tapi lumayan lah bu, hehe....
pak kita kembali ke Painan besok ya pak, soalnya pengumuman kelulusan besok pak, iya nak insyaallah kita besok kesana. makasih pak, ucap zira gembira. keesokan harinya zira sudah sampai di gerbang sekolahnya, dia sudah kembali melihat pengumuman hasil kelulusan siswa/ siswi yang diterima disekolah ini. zira ingin langsung masuk ke kerumunan itu untuk melihat hasilnya, namun dia urungkan niatnya karena masih berdesak-desakan dan dia tidak nyaman dengan hal itu, baginya bercampur laki-laki dan perempuan seperti itu tidaklah wajar, yaa, walau dia bukan lah orang yang religius, tapi dia mengerti dan paham batasan antara wanita dan laki-laki.
satu jam lamanya zira menunggu papan pengumuman baru mulai sepi, barulah zira mendekati papan pengumuman, zira melihat satu persatu nama yang tertulis di bawah garis merah yang mana nama tersebut adalah nama siswa/siswi yang. tidak lulus, hati zira cemas bukan kepalang, sampai keringat dinginnya mengucur deras di pelipis keningnya, jantungnya berdetak dua kali lipat cepatnya dari biasanya, ya zira gugup dengan situasi seperti ini, dia takut sangat takut bakal kecewa besar, karena ini juga impian kedua orang tua nya. bagaimana tidak kecemasan semakin membuncah, pasalnya siswa/siswi yang mendaftar disini ada seribu lima ratus orang, sementara yang diterima hanya 300 orang saja, itupun lima puluhnya dari hasil rekrut tahab kedua. lama zira mencari namanya namun tidak dia temukan, akhirnya zira segera beralih membaca nama siswa/siswi yang lulus. debaran jantungnya semakin kencang ingin rasanya zira memegang jantungnya agar tidak copot dari tempatnya dan berpindah posisi nantinya, karena saking gugup bercampur cemas, ya zira cemas kalo namanya justru tidak masuk kategori sedikitpun di sekoah yang sangat dia minati ini. pada saat dia melihat nama terpampang di papan pengumuman ZIRA SYAFIRA. LULUS.
aaakkkgggg... !!!!
zira langsung melompat girang dan berlari mendekati bapaknya yang tak kalah cemas serta gugup dari tadi melihat anak gadis nya yang gelisah mencari namanya.
dag.. digg... dug...
dag...Dig...dug...
duh kok zira lama banget ya, gimana hasilnya, kenapa lama????? ya pak Ahmad gelisah , beliau mondar-mandir dari tadi di dekat gerbang sekolah menunggu zira.. .
paaak Alhamdulillah bapak zira lulus, pak Ahmad kaget dengar suara zira tiba-tiba datang dari arah belang dia berdiri, langsung zira berhamburan memeluk laki-laki tua yang setia menemani nya kemanapun yang dia inginkan, ya siapa lagi kalo bukan ayah tercintanya ini, yang rela bersusah payah mencari uang pagi sampai petang untuk keluarga nya.
pak Ahmad bahagia sangat bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah putrinya ini, pak Ahmad langsung berucap syukur kepada Allah, karena Allah lah yang telah mempermudah jalan bagi anaknya ini. semoga kamu bisa meraih cita-cita yang kamu impikan ya nak. sambung pak Ahmad pada zira yang masih memeluk bapaknya. pak Ahmad terus mengusap lembut punggung dan rambut anaknya yang masih tertutup hijab itu.
hai teman semua, maksih ya telah mampir baca Carita author, semoga teman-teman suka..
insyaallah besok lanjut lagi ya...
maaf ya hanya bisa update satu episode nya, author punya anak sekolah jadi biasalah ya STM gitu hehe. salam rindu dari ku ????