"Kamu nangis, Dek?" tanya Zayyan ketika tanpa sengaja melihat genangan air mata di pelupuk mata sang istri.
Saat ini mereka sudah di kamar. Setelah makan dan salat Isya tadi, keduanya langsung masuk ke kamar. Di luar hujan masih mengguyur persada alam ini tanpa ada tanda-tanda akan berhenti.
"Nggak kok, Bang, Ina nggak nangis,' elaknya seraya berbalik arah ke samping kanan.
Segera ia hapus air matanya, karena tak ingin sang suami melihatnya. Semenjak percakapan terakhir mereka di gazebo sore tadi, perasaan Ina semakin berkecamuk.
Jelas saja Zayyan tidak mempercayainya. Sebab ia langsung beringsut memposisikan dirinya berbaring di belakang Ina lalu memeluknya erat.
"Katakan pada Abang, apa yang membuatmu sedih? Abang perhatikan sejak kita sampai di Bireuen, Dek Ina tak seceria saa