4 tahun kemudian.
Namaku Leena aku adalah anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan ST.MARIE. aku sudah tinggal disana sejak aku berumur 5 tahun, kenapa aku tinggal disini tentu saja karena aku telah kehilangan kedua orang tuaku, bukan itu saja aku juga kehilangan ingatan ku dan sampai sekarang tidak ada yang bisa aku ingat termasuk tentang diriku maupun kedua orang tuaku. Aku diberitahu oleh pihak polisi bahwa aku ditemukan rumah lama ku tepatnya disamping jasad kedua orang tua ku. Kedua orang tua ku di bunuh oleh seseorang dan pihak polisi mengatakan bahwa pelakunya masih blm ditemukan sampai sekarang. Aku tidak tahu apa yang dikatakan oleh polisi itu benar atau tidak, tapi yang aku tahu sekarang adalah kenyataan bahwa sekarang aku tidak punya orang tua sama sekali.
Aku sudah 4 tahun tinggal disini dan sekarang aku sudah berumur 9 tahun. Hari ini adalah hari untuk merayakan berdirinya panti asuhan ST.MARIE ini jadi para anak-anak yang lainnya dan juga para sister sedang mengadakan pesta dilantai bawah, tapi tidak dengan ku aku lebih suka menghabis kan waktu sendiri dari pada keramaian aku lebih suka menghabiskan waktu sendiri dan melukis di ruangan yang sepi jauh dari keramaian. Tapi saat aku sedang asyik melukis aku menyadari ada sebuah mobil yang datang dan keluar dua orang dari dalam mobil tersebut seorang perempuan dan laki-laki dewasa mereka terlihat seperti sepasang suami istri aku hanya menatap mereka dari balik jendela ruangan tempat aku berada, tapi aku tak dapat melihat kedua wajah orang itu. Tapi karna aku tidak mengenal mereka yah mau bagaimana lagi aku langsung kembali melakukan kegiatanku yang baru saja tinggalkan yaitu kembali melukis.
Kedua orang itu langsung masuk untuk menemui salah satu sister yang berada didalam situ.
“Halo, apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya salah satu sister yang berada disana.
“Oh! Halo, kami ingin mengadopsi salah satu anak dari panti asuhan ini. Oh iyah nama saya Jade Glammer dan ini suami saya Justine Glammer.” Ujar Jade sambil mengenalkan diri beserta dengan suaminya juga.
“Halo, perkenalkan nama saya Justine Glammer suami dari Jade Glammer.” Sapa Justine sambil memperkenalkan diri juga.
“Halo, nama saya Abigail saya pimpinan dari panti asuhan ini.” Ujar Sister Abigail sambil memperkenalkan diri.
“Oh iyah, kalian bilang kalau kalian ingin mengadopsi anak kan? Kebetulan sekali sekarang kami sedang merayakan hari ulang tahun panti asuhan ini dan juga semua anak-anak yang lainnya sedang diruangan sebelah untuk mengadakan pesta. Jika kalian mau kalian bisa ikut bergabung.” Tawar Sister Abigail.
“Tentu, dengan senang hati kami akan ikut. Benarkan Justine?” jawab Jade menerima tawaran dari Sister Abigail.
“Oh yah tentu dengan senang hati. Um… boleh aku ke toilet sebentar?” ujar Justine.
“tentu” jawab Jade dengan singkat.
Justine segera pergi meninggalkan mereka berdua. Saat ingin berjalan menuju toilet tiba tiba Justine mendengar suara nyanyian, nyanyian yang sangat indah dengan suara yang sangat merdu. Nyayian itu terdengar dari ruangan yang berada tepat di depannya. Justine langsung mengintip ke ruangan itu melalui celah pintu yang terbuka dan dari situ Justine melihat seorang anak kecil perempuan yang sedang bernyanyi sambil diikuti gerakan tangannya yang sedang melukis diatas kanvas. Karna Justine tidak ingin mengganggu dia langsung mulai beranjak pergi dari ruangan itu tapi tiba-tiba….
“Halo”. Ujar gadis kecil itu
Mendengar sapaan dari gadis kecil dia Justine langsung terkejut. Ternyata gadis kecil itu menyadari kedatangan Justine yang dari tadi sudah mengintipnya dari balik pintu. Karna merasa sudah ketahuan, Justine memutuskan untuk masuk keruangan tersebut untuk menyapa gadis kecil tersebut.
“Kenapa kau bisa tahu kalau saya ada di depan pintu?” Tanya Justine pada gadis kecil tersebut.
“Cuma perasaan saja dan bagaimana dengan anda apa yang anda lakukan didepan pintu sambil mengintip seorang gadis kecil seperti saya ini?” Tanya nya sang gadis kecil tersebut.
“Ah tidak, saya hanya mendengar suara nyanyian lagu yang sangat indah dan saya lihat ternyata kau penyanyi tersebut suara mu benar-benar sangat bagus, Nak.” Jawab Justine sambil memuji gadis tersebut.
“Terima kasih atas pujiannya. Oh yah namaku Leena, dan kau…?” jawab Leena sambil memperkenalkan namanya.
“Nama yang indah. Nama saya Justine, Justine Glammer” puji Justine sambil memperkenalkan dirinya juga.
“Terima kasih lagi atas pujiannya. Saya juga sangat menyukai nama ini juga, Nama ini diberikan oleh sister Abigail pada saya saat saya berumur 5 tahun.” Ujar Leena dengan senang.
“Saat kau berumur 5 tahun. Tunggu, kau belum berada disini sejak kau lahir?” Tanya Justine dengan nada penasaran.
“Tidak, saya dibawa kesini oleh seorang polisi setelah saya keluar dari rumah sakit” ujar Leena sambil menjelaskan.
“Tunggu, kau bilang rumah sakit apa kau mengidap suatu penyakit dan juga polisi sebernanya apa yang terjadi dan ah maaf saya terlalu banyak bicara” ucap Justine dengan merasa bersalah.
“Tidak, tidak apa. Sejujurnya saya benar-benar tidak ingat dengan apa yang terjadi sebenarnya kata dokter bilang bahwa saya terkena amnesia dan dari yang saya dengar dari polisi amnesia saya mungkin diakibatkan oleh kecelakaan 4 tahun yang lalu yang telah merenggut nyawa kedua orang tua saya” ujar Leena sambil menjelaskan.
“Saya turut berduka cita dan juga maaf karna saya telah mengungkit nya” ujar Justine dengan nada menyesal.
“sudah saya bilang tidak apa dan lagi pula saat saya terbangun di rumah sakit saya benar-benar tidak ingat apa sebenarnya yang terjadi dan lagi pula bukan hanya kejadian dimana kecelakaan itu saja yang terjadi saya juga tidak ingat dengan umur, tanggal lahir, nama dan yang lainnya seakan didalam kepala saya benar-benar kosong tidak ada Sesuatu yang tertinggal. Itu sebabnya karna saya lupa dengan nama saya pihak panti asuhan ini memberikan ku nama Leena. Tapi untunglah ulang tahun dan umur saya bisa diketahui berkat data-data yang ditemukan oleh pihak polisi” ujar Leena panjang lebar.
Selain itu Jade yang berada diruang pesta mulai mengkhawatirkan suaminya yang belum kembali sejak dia pergi ke toilet. Karena merasa cemas akan suaminya yang belum kembali Jade meminta Sister Abigail untuk membantu nya mencari suaminya. Saat sedang mencari Sister Abigail mendapati Justine sedang asyik mengobrol dengan Leena. Setelah kemudian itu akhirnya Jade menemukan dimana Justine berada. Tiba-tiba jade masuk dan…
“Haii!!!.” Ucap Jade pada Leena.
“Hai??.” Jawab Leena dengan kebingungan.
“Oh! Maaf saya lupa untuk memperkenalkan diri. Nama saya Jade, Jade Glammer saya istri dari Justine Glammer.” Jelas Jade pada Leena.
“Salam kenal nama ku Leena senang bertemu dengan anda.” Ucap Leena sambil memperkenal kan diri pada Jade.
Jade seketika tersenyum pada gadis itu, tapi pandangan nya seketika teralihkan ke sebuah lembaran kertas, dan diatas kertas itu terpampang sebuah lukisan diatas nya.
“apa ini kau yang melukisnya?.” Tanya Jade pada Leena.
“Iya, apa kau menyukainya?.” Tanya Leena.
“Ini benar-benar sangat indah dan juga sangat unik.” Puji Jade pada Leena.
“Terima kasih atas pujiannya. Dan lagi pula saya lebih banyak berlatih dari pada harus ikut berpesta.” Ujar Leena dengan berterus terang.
“Kenapa bukannya jika bersama anak-anak yang lain dan ikut bersenang-senang Bersama yang lain pasti menyenangkan.” Jelas Jade.
“Entah lah mungin saya pikir saya berbeda dari yang lain.” Jawab Leena.
“Tidak ada salahnya untuk menjadi sesuatu yang berbeda dari yang lain.” Ucap Jade yang berterus terang.
Setelah percakapan yang lama akhirnya Jade dan Justine keluar dari ruangan tersebut.
Saat di ruangan Sister Abigail, Jade mengatakan bahwa ia ingin mengadopsi Leena dan Justine juga setuju dengan perkataan istri nya, bahkan sister Abigail juga karna dia merasa bahwa Leena sangat terbuka pada mereka terutama pada Jade. Dan akhirnya sister Abigail menceritakan kepada mereka tentang kejadian yang menimpa Leena sebelum dia dititipkan di panti asuhan ini. Tapi itu tidak akan bisa merubah pikiran mereka. Dan keesokan harinya Leena resmi menjadi anak angkat mereka.