Setelah diasuh oleh kedua orang tua ku yang baru aku benar-benar merasakan apa itu keluarga. Walaupun aku adalah anak angkat mereka, tapi mereka menganggap ku seperti anak dari darah daging mereka sendiri. Dan sekarang aku mendapatkan tempat tinggal dan keluarga yang aku pikir mustahil bisa aku dapatkan.
Yang aku ketahui sekarang tentang mereka berdua hanya lah, mereka tidak memiliki anak satu pun, mereka tinggal di rumah yang besar dan juga luas. Aku di berikan satu kamar yang bisa dibilang sangat luas menurut ku disana terdapat satu tempat tidur, satu meja belajar, rak buku dan segala macam yang di dalam nya dan tidak lupa juga disana terdapat berbagai kanvas, kuas dan juga cat.
“ini?” tanya ku dengan terkejut.
“kau suka sayang” ujar jade yang sekarang sudah berdiri di belakang ku sambil memegangi Pundak ku.
“hm, aku sangat menyukainya….tapi kenapa?”tanya ku dengan nada yang tapi tentu saja dengan perasaan yang sangat Bahagia karna mendapatkan barang-barang seperti ini.
“kami pikir kau sangat menyukai melukis, itu sebabnya kami membeli perlengkapan ini” jelas Justine dengan senyum yang merekah di wajah nya.
“leena, sekarang kau bukanlah orang asing dirumah ini kau adalah anak kami sekarang, jadi kalau kau ingin membutuh kan sesuatu kau bisa mengatakannya pada kami” ujar jade yang sekarang bukanlah orang asing melainkan ibunya sekarang.
Setelah mendengar ucapan itu tanpa sadar sudah ada air yang jatuh di sekitar peluk matanya leena, saat itu juga dia baru sadar kalau sekarang dia tidak sendiri lagi melainkan sudah ada keluarga yang menemaninya sekarang.
“makasi aku benar-benar tidak tahu ingin mengatakan apa sekarang. Keluarga yang sudah 4 tahun aku impikan sekarang sudah menjadi kenyataan berkat kalian berdua. Terima kasih banyak.” Ujar leena dengan Panjang lebar.
“tidak kami juga sangat berterima kasih juga berkat mu kami memiliki anak yang sangat kami impikan sekarang.” Ujar jade dengan terharu.
“yang dikatakan jade benar sekarang kita adalah keluarga jadi kau tidak perlu ragu seperti ini. Kami juga akan sangat senang kalau kau bisa mambagakan kami berdua dengan hobi mu ini” ujar Justine dengan memberikan dukungan pada leena akan hobinya itu.
“iyah terima kasih banyak ummm……” seketika perkataan yang ingin di katakan oleh leena menjadi gantung yang membuat jade dan Justine termenung seketika.
“ayah dan ibu…..” sambung leena dengan nada yang sangat malu.
Mendengar panggilan tersebut leena benar-benar membuat hati mereka sangat senang. Seakan di hadapan mereka adalah anak kandung mereka sendiri.
“sama-sama Leena” jawab mereka berdua dengan senyum yang merekah di wajah mereka.
Setelah percakapan Panjang tersebut leena memutuskan untuk merapikan barang-barang nya untuk di taruh di kamar baru nya. Oh iyah jika kalian ingin tahu kamar leena memiliki ukuran 6 x 5 dengan cat dinding yang berwarna biru campuran ungu yang menggambarkan galaksi. Dan juga terdapat rak buku di pojok ruangan dan beberapa funitur lainnya. Leena membereskan ruangannya dengan hati yang sangat Bahagia sekali.
Sampai tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat sekali. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 yang menandakan sudah waktunya untuk makan malam.
Setelah beberes kamar dan membersihkan badan leena Kembali ke kamar untuk berganti baju yang telah di siap kan oleh orang tua nya itu. Sampai dia mendengar terikan ibunya dari lantai satu yang mengatakan kalau maka malam sudah siap.
“leena cepat turun makan malam sudah siap.” Ujar ibu dari lantai 1.
“baik bu, leena segera turun” jawab leena kepada ibu nya.
Saat turun leena di jamu oleh banyak oleh banyak nya makanan, yang mungkin beberapa di antaranya masih belum ada yang pernah masuk ke perut leena itu sendiri.
“ ayo duduk ibu sudah masak banyak makanan kau pasti sangat suka”
“wow banyak sekali makanan”
“ tentu saja, anggap saja ini sebagai perayaan untuk mu leena”
“untuk ku ?”
“yah, untuk mu leena karna mulai sekarang kau adalah putri kami”
Setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh kedua orang tuanya itu, entah mengapa membuat perasaan leena sangat senang seolah telah menemukan sesuatu yang telah hilang kian lamanya.
“ ah!! Dan juga ayah sudah mendaftarkan mu kesekolah di sekitar sini. Besok kamu sudah mulai masuk sekolah, dan ayah juga sudah membeli perlengkapan dan baju sekolah mu, kamu pakai yah.”
“baik, terima kasih ayah ibu”
“ sama-sama”
Setelah pembicaran tentang sekolah mereka melanjutkan makan malam dengan perasaan senang dan juga bahagia terutama untuk leena. Mengingat dia sudah mendapatkan keluarga, tempat tinggal, dan juga sekolah baru. Sekarang yang berada di benak leena sekarang hanyalah dia benar-benar tidak sabar untuk menanti esok lusa memulai sekolah pertamanya sebagai Leena Glammer.
Seusainya mereka makan malam leena membantu ibu nya untuk merapikan sisa peralatan makan yang tadi mereka gunakan. Selepas itu leena Kembali keatas untuk gosok gigi dan pergi tidur.
Setelahnya sampai dikamar leena berpikir tentang orang tua barunya itu.
“ mereka benar-benar baik dengan ku. Aku tidak boleh mengecewakan mereka sama sekali. Aku akan berusaha untuk menbanggakan mereka.” Pikir leena sebelum tidur. Dan pada akhirnya leena pergi tidur menanti datangnya esok.