Cika mengusap air matanya, hatinya terasa sangat perih tapi ia tak bisa membela diri.
Cika berlari keluar unitnya, ia berfikir jika ia naik ke rooftop ia bisa merasa tenang.
Ia tak tahu jika tempat yang ia anggap sunyi itu adalah sarang pria mantan Napi.
Cika menangis melampiaskan sakit hatinya dan itu yang ia bisa.
Ia memeluk dirinya sendiri sambil terus menangis. Hingga tiba-tiba ada yang mengulurkan sapu tangan padanya.
"Tak baik seorang gadis berada disini sendirian. " Ucap Aaron.
Cika menerima sarung tangan itu untuk mengelap air matanya.
Cika melihat botol minuman yang ada ditangan Aaron.
"Kau sendiri sedang apa disini? " Tanya Cika.
Ia sedikit takut apalagi dengan tato Aaron yang ada ditangannya.
"Ini tempat ternyaman dari semua kebisingan yang ada. " Jawab Aaron.
Sambil membenarkan kacamatanya , Cika berjalan pelan mendekati Aaron.
Cika nampak gugup dan kesusahan untuk bicara.
"Emmm emmm a aku, emm. "
Aaron sampai menoleh pada Cika yang susah bicara.
"Aku bisa bertemu dengan pacarmu? " Tanya Cika.
Alis Aaron terangkat satu seolah ia bertanya apa maksud Cika.
Cika mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Luna yang ada di media sosial.
"Aku ingin memintanya mendandaniku seperti dia, aku mohon. " Ucap Cika.
Aaron mendengkus, padahal ia baru saja mengetahui jika Luna berselingkuh.
Aaron duduk dengan kaki ia lipat dan kedua tangannya ia letakkan diatas dengkulnya.
"Bagaimana? Apa aku boleh meminta tolong? " Tanya Cika.
Aaron menatap wajah Cika sedikit terpesona tapi ia tahu Cika bukanlah wanita seperti Luna.
Hingga saat menjelang pagi Cika dan Aaron tertidur di rooftop. Kepala Cika bersandar pada bahu Aaron dan kepala Aaron menempel pada kepala Cika.
Seorang penjaga Apartemen sedang berpatroli dan melihat keduanya. Ia langsung turun untuk mengabari temannya.
"Ha? Penjahat itu? Bersama Nona Cika? "
Mereka naik kembali ke rooftop untuk melihatnya dan keduanya masih tertidur.
"Non Cika, Non Cika. "
Cika dan Aaron pun terbangun, Cika kaget karena ada dua penjaga didepannya.
"Maaf non, silahkan kembali ke unit. "Ucap penjaga.
Cika diantar dua penjaga untuk sampai diunitnya dan membiarkan Aaron tetap di rooftop.
" Non Cika tak apa kan? Non Cika baik-baik saja kan? Apa dia mengancam mbak Cika? " Tanya penjaga.
"Tidak pak, saya baik-baik saja. " Jawab Cika.
"Kalau terjadi sesuatu katakan ya mbak. "
Cika masuk ke unitnya dan ternyata Icha belum bangun. Ia melihat putra tertidur di sofa ruang tamu.
Masih ada waktu sebelum ia berangkat bekerja, ia membuka kembali media sosialnya dan melihat banyaknya perempuan cantik disana.
"Bagaimana caranya mereka bisa cantik? " Gumam Cika.
. ...
"Tuan, nyonya besar dirawat di rumah sakit. " Lapor orang kepercayaan Aaron.
Mira Loony adalah ibu kandung Aaron, ia mengidap penyakit diabetes dan sudah beberapakali keluar masuk rumah sakit.
"Siapa yang bersamanya? " Tanya Aaron.
"Kakak ipar anda, nyonya Diva. "
Aaron segera bersiap ke rumah sakit, ia memakai hoodie dan penutup wajah agar tak dikenali orang lain.
Aaron menyelinap masuk ke ruang rawat Mira untuk melihat keadaannya.
"Aaron kau kemana saja? Aku mencoba menghubungimu tapi tak juga kau angkat. " Omel Diva, istri dari kakak Aaron, Aries.
Aaron tak menjawab, ia segera mendekati sang ibu yang tertidur dengan pulas.
"Tekanan darahnya tinggi, dokter sudah menyuntikkan insulin dengan dosis yang tinggi juga. " Jelas Diva.
"Apa dia menanyakanku? " Tanya Aaron.
"Aaron, Momy selalu menanyakanmu, dia menyesal karena telah mengabaikanmu selama ini. Aku dan momy tahu kebenarannya saat paman tiada, tapi tidak dengan dady dan Aries. " Jelas Diva.
Aaron mengusap lembut pipi Mira.
"Aaron pulanglah Aaron. Pikirkan tentang momy. " Ucap Diva.
Keduanya menoleh ke pintu saat mendengar suara Aries datang. Aaron langsung keluar melewati jendela sebelum kakaknya mengetahui kedatangannya.
Diva bersikap seperti biasa seolah tak terjadi apapun.
"Apa dia kesini? " Tanya Aries.
"Siapa? " Diva balik bertanya.
Aries tak menjawab, hal yang sama Aries lakukan pada ibunya. Ia mengusap pipi ibunya dan sedikit ia beri kecupan.
"Aku ada meeting pagi ini, jika terjadi sesuatu cepat hubungi aku. " Ucap Aries.
Diva menganggukkan kepalanya.
Aries meninggalkan ruang rawat dan saat ia akan masuk ke mobilnya ia melihat pria berhoodie hitam, ia mengawasi tapi ia tak tahu jika itu adalah Aaron.
....
"Hai Cika, bagaimana harimu? " Tanya Tony.
Seperti biasa Cika akan sangat gugup dan berdebar hatinya.
"Aku baik Ton. " Jawab Cika.
Tony nampak ragu untuk mengatakan sesuatu, tiba-tiba ia menggenggam tangan Cika.
"Aku sedang dalam masalah, kakakku akan merayakan ulang tahun anaknya dan sayangnya pihak penyelenggara sedang kekurangan badut. Kau mau membantuku? " Rayu Tony.
Cika sepertinya ragu tapi karena rayuan dari Tony akhirnya ia mau.
Sore ini Cika dan Tony berangkat ke hotel xxx, Tony sudah menyiapkan kostum baju beruang untuk Cika.
"Aku sangat berhutang budi padamu, aku janji akan selalu mengingat kebaikanmu. " Ucap Tony.
Cika mulai menghibur anak-anak yang hadir di acara ulang tahun, ia berikan mereka balon dan membuat mereka tertawa hingga acara selesai.
"Thanx Cika, nanti komisinya akan aku transfer. " Ucap kakak Tony.
"Baiklah kak, aku permisi dulu. " Ucap Cika.
Cika merasa sangat lelah dengan memakai kostum yang sangat tebal itu. Ia ingin segera melepas kostum itu dan pulang.
Saat ia menaiki lift tiba-tiba ada seorang lagi yang masuk dan dia adalah Aaron.
Tapi karena Cika memakai kostum beruang Aaron tak mengenalinya.
Mereka sama-sama terdiam, hingga tiba-tiba Lift berhenti sampai beberapa menit.
Suhu semakin panas dan belum ada bantuan apapun. Aaron melepas bajunya agar sedikit mengurangi kegerahannya.
Cika pun gerah tapi ia tak bisa membuka bajunya. Aaron yang tak tahan dengan gerahnya pun hendak melepas celananya.
"Stop untuk terus membuka pakaianmu. Astaga. " Tiba-tiba Cika memekik sambil melepas kepala beruangnya.
"Ups sorry sorry, aku pikir kau pria. Ternyata kau. " Aaron kembali memakai pakaiannya.
Cika merasa sebal dan liftnya pun belum juga normal.
"Kau tak kegerahan? " Tanya Aaron.
Cika berniat melepas kostumnya tapi ia kesusahan untuk meraih sleting yang ada di punggungnya.
"Boleh aku bantu? " Tanya Aaron.
Sleting Cika sedikit macet hingga Aaron sedikit menambah tenaganya tapi sayangnya justru membuat baju Cika sobek karena sleting Cika menyangkut pada bajunya.
"So Sorry aku aku. " Aaron sendiri panik.
"Kauuuuu.. "
"Ini kau pakai hoodieku, ya pakai saja. " Aaron mengulurkan hoodienya.
Dengan cepat dan kesal Cika memakai hoodie Aaron. Ia tak merasa risih apalagi jijik justru terpana saat mencium parfum dari hoodie Aaron.
"Akan aku kembalikan besok. "