Teringat pada acara prome night, kami memutuskan pulang kerumah tanpa berpamitan dengan sang puteri bangsawan, karena mengingat hari sudah malam.
selain itu Aku juga sibuk dengan dering hand phone ku yang berkutat nyaring, dimana Ibuku menyeruak pertanyaan kapan pulang karena waktu udah menunjukan hampir tengah malam.
Akhirnya aku berpamitan pulang dengan citra, begitupula citra juga ikut pulang karena merasa tak nyaman bila sendirian di acara yang ramai itu.
sementara sang puteri bangsawan sedang sibuk menjadi artis dadakan, dengan banyak fans yang mengajak untuk berfoto selfie.
Sampai saat dirumah, aku segera membersihkan diri, kemudian berlalu menuju kamar untuk beristirahat.
Malam itu cukup menguras energi karena banyak berinteraksi dengan banyak orang, ditambah lagi dengan munculnya drama hilangnya dewi quan inn secara misterius, membuat cukup melelahkan.
Setelah malam prome night, berhari hari aku belum bertemu dengan para sahabatku sama sekali, mungkin hanya sebatas chating serta video call melalui group Wa saja.
Hari ini kami memutuskan untuk bertemu bersama di sebuah mall, dimana rencanannya kami hendak menonton bioskop.
Ada sebuah film horor yang trending sedang dibicarakan seluruh jagat maya, meskipun kami bertiga penakut namun rasa penasaran membuat kami ingin menonton juga film tersebut.
Selain itu juga meet up kali ini, aku ingin membagikan beberapa cerita serta hal yang ingin kutanyakan pada mereka mengenai sebuah peristiwa.
Yah, aku sungguh penasaran mengenai hilangnya mereka dalam peredaran mataku saat jogging waktu lalu, hingga aku harus menabrak seseorang yang juga tak sengaja ku tabrak lagi dimalam prome night.
Aku tahu keisengan para sahabatku ini, namun aku hanya ingin tahu saja jawaban mereka.
Pernah kutanyakan dalam group wa namun mereka hanya membalas dengan stiker gemoy saja.
Jam menunjukan pukul 11 pagi, segera aku bergegas siap-siap agar tidak tergesa-gesa untuk bertemu sahabatku, setidaknya mandi dulu lah ya sembari menata mood, biasalah cewe kadang ngaret jamnya.
Sengaja dipilih siang untuk nonton bioskop, karena kami semua penakut yang hanya modal nekat nonton film horor.
Was was juga jika penontonnya sepi, takut penonton tak terlihat juga ikut nimbrung disana, kan jadi gaswat.
Oh iya judul film horor viral ini yakni "Mereka yang tak terlihat, bukan berarti tak ada".
Jika dari kabar burung di media maya, film tersebut diadaptasi dari kisah nyata yang diilustrasikan dalam media agar penonton mampu terbawa dan ikut merasakan alurnya.
Tiba saat bertemu,
Kami sudah janjian untuk bertemu langsung di bioskop, dimana disana kami bisa dengan nyaman mengobrol di cafetaria yang nyaman.
Ochi telah datang terlebih dahulu, sehingga dia sudah cetak karcis bioskop yang sudah kami pesan online melalui aplikasi XXI Cinema.
Kemudian citra datang terlambat karena adanya insiden kecelakaan yang membuat jalanan menjadi macet tak kondusif.
"Sorry guys, nunggu lama ya?", ujar citra pada kami berdua.
"Iya, sampai lumutan kita disini sampai sampai udah habis segelas cola", celoteh Ochi sambil menunjukan gelas kosongnya.
"Gapapa cit, yuk duduk dulu atur nafas biar gak ngos-ngosan seperti habis lari maraton aja", ucapku memberi tanggapan.
"Serius deh, ras paling kuat dimuka bumi berulah tadi sampai muacet parah", ujar citra menceritakan kejadiannya.
"Emak emak maksudnya...?", sahutku menanggapi citra.
"huuumbb...", gumam citra.
"Palingan sen kanan belok kiri yah..?", celoteh ochi menanggapi.
"Iya bener banget, udah gitu nyolot lalu merasa tak bersalah, kasian bapak pemilik mobil yang baret keserempet motor emak emak itu", cerita citra menjelaskan kejadiannya.
"Oleh karena itu, bapak tersebut meminta pertanggung jawaban", lanjut citra bercerita.
"Terus kelanjutanya gimana?", tanya ochi menanggapi.
"Yah gitu mobilnya dipinggirkan, namun karena jalanan sempit mengakibatkan macet, apalagi dekat lampu merah", sahut citra menjelaskan.
"Wah.. semoga aja nanti kita jadi emak yang Ajaib", Candaku padanya.
"Gimana nih Ajaibnya?," tanya Ochi antusias.
"Meskipun ras terkuat, tapi tidak sembarangan, Ajaib kan satu banding seribu yang seperti ini", jawabku sambil terkekeh.
Akhirnya kami bertiga mengobrol sambil bercanda riang melepas rindu, serta melontarkan hal konyol yang hanya kita saja yang tau artinya.
.~.
"ting tung... Pintu Bioskop telah dibuka, bagi pengunjung yang memiliki tiket segera memasuki studio 5", suara bariton membuyarkan kami yang sedang asyik bercanda ria.
.~.
Akhirnya kami bertiga masuk menuju studio 5, tempat kita menonton film horor tersebut.
Agak sedikit lega, ternyata banyak pengunjung yang berminat menonton film horor ini, sehingga membuat suasana tidak mencekam.
Tiga jam berlalu ditemani dengan popcorn dan segelas cola, akhirnya selesai juga filmnya. sedikit lega rasanya, Akhirnya plong juga.
Meskipun pada bagian ending yang terlihat gantung, bisa disimpulkan nanti mungkin ada part 2 untuk filmnya.
Lucuk juga melihat kedua sahabatku yang penakut ini, menonton sambil tanggan menutup kedua matanya bila terdapat adegan menyeramkan.
Selain itu si Ochi terlihat kedinginan karena AC bioskop yang sangat dingin, sedari tadi menahan kencing karena takut untuk ke kamar mandi.
Selesai menonton film, kami bertiga lanjut menuju game zone untuk sekedar mencari hiburan, serta tak lupa kami lakukan photo box untuk mengabadikan moment.
Capek bermain, kami lanjut mencari makanan karena perut sudah keroncongan, akhirnya dengan voting akhirnya kami memilih solaria sebagai tempat untuk makan.
Setelah memesan beberapa menu, kami berbincang sambil tertawa riang gembira, sungguh persahabatan kami sangat menyenangkan.
Disela obrolan, akhirnya kutanyakan pada mereka mengenai kejadian di gor. "Guys mau tanya dong?", celetukku.
"Apa Anezzztasya?", sahut Ochi padaku.
"Waktu di gor, kenapa kalian mendadak seperti hilang ditelan bumi yah, teman lagi kesusahan juga", omelku saat itu juga.
"Malahan yang harusnya tanya kita, kamu ngilang kemana Anestasya, kami cari kamu ndak ketemu", sahut citra menanggapi.
"Tauk, Kita kira kamu diculik pangeran kodok loh", timpal Ochi menanggapi.
"lah kalian tau... ngumpet ya?", sahutku.
"Seramai itu ngumpet dimana, kita sudah mencari kamu namun tak ketemu bayanganya pun", sahut ochi kembali.
"hehehe... kan bayanganya ngikut orangnya, klo ndak ngikut bahaya dong", timpalku becanda.
Akhirnya kuceritakan kejadian di gor serta di pesta dansa yang membuatku malu, sampai sahabatku membuat candaan untukku yakni tertabrak pangeran kodok.
Dimana mereka mulai membuat alur cerita yang mengada ada mengenai pangeran kodok tersebut yang mungkin saja akan menjadi pasangan masa depanku.
"Dasar para wanita halu", cibirku pada kedua sahabatku ini.
Akhirnya cerita pun dilanjut mengenai hilangnya ochi secara misterius, yakni karena harus menggantikan vivien yang saat itu harus menjadi putri bangsawan di pesta dansa prome night.
panitia mendadak menyuruh Ochi segera bersiap, sehingga belum sempat berpamitan pada kami, mengingat vivien pada acara tersebut mendadak sakit sehingga ditakutkan kurang maksimal untuk tampil berdansa.
Beruntungnya Ochi memiliki hobby menari, sehingga tanpa latihan bisa mengimbangi Leonanda yang sudah berlatih dan menjadi pasangan dansanya.