Bu Saodah mempersiapkan peralatan mandi dan juga bak mandi sang bayi, setelah menaruh bayi mungil tersebut di atas tempat tidur. Dia pun mempersiapkan peralatan mandi dan juga bak mandi untuk memandikan bayi mungil nan cantik itu.
Bu Saodah pun meletakkan bak mandi di dekat tempat tidur dan segera membuka kain yang membedong bayi tersebut.
Saat bu Saodah hendak memandikan sang bayi mungil tersebut, dia pun terkejut melihat sebuah gelang yang melingkar di tangan sang bayi. Gelang rantai kecil yang terbuat dari emas putih itu bermatakan sebuah bentuk hati namun hanya setengah, dan ada tulisan berinisialkan sebuah nama dengan huruf RD.
"RD?, apa ini adalah nama dari orang tua bayi ini?", ucap Bu Saodah berbisik sambil melihat dan mengamati gelang tersebut. Sementara sang bayi terlihat menjilat-jilat bibirnya serta menggeliat-menggeliatkan badannya dengan begitu menggemaskan.
Duh lucunya.., bikin ibu gemass sekali!, sekarang kamu mandi dulu ya!", ucap Bu Saodah sambil tersenyum-senyum gembira sambil mencelupkan bayi ke dalam bak mandinya.
Dengan penuh kasih sayang Bu Saodah memandikan bayi mungil nan cantik itu. Dia mulai menyabuni dan menggosok rambut lebat sang bayi dengan shampo baby yang wangi dan aromanya sangat lembut di kulit bayi.
"Masya Allah nak... kamu cantik dan bersih sekali!, kok bisa tegalah orang tuamu membuangmu di atas sampan!, Cckk ck ckk!", ucap Bu Saodah sambil menatap dan memandikan bayi mungil tersebut.
Sementara sang bayi terlihat tersenyum sambil matanya yang bulat dan bening itu memandangi Bu Saodah.
"Kamu udah bisa senyum lagi!", Masya Allah... Subhanallah cantiknya kamu nak!", ucap Bu Saodah sambil mengelap tubuh bayi mungil itu dengan handuk kecil.
Kemudian bu Saodah membedong bayi mungil tersebut setelah selesai mengolesi bedak dan minyak telon bayi. Terlihat kebahagiaan di wajah Bu Saodah saat memandikan dan membedong bayi mungil tersebut.
Wajahnya berseri-seri dan bibirnya tak henti-hentinya tersenyum memandangi wajah cantik nan mungil tersebut. Dia pun bernyanyi-nyanyi kecil dan terlihat begitu menyayangi bayi yang ada di pangkuannya itu. Sesekali Bu Saodah mencandai sang bayi yang di pangkuannya itu sampai akhirnya bayi mungil tersebut tertidur dengan lelap.
"Oh dia akhirnya tertidur!, sekarang aku bisa beres-beres rumah dan menyiapkan makan malam untuk bapak, sekarang kamu bobo yang nyenyak dulu ya sayang!", ucap Bu Saodah berbisik dan menaruh bayi mungil tersebut di atas tempat tidur.
Bu Saodah pun pergi ke dapur dan beberes rumah serta menyiapkan makan malam.
Hari sudah mulai senja, waktu sedang menunjukkan pukul setengah lima sore. Pak Sutikno terlihat gembira karena baru menjaring ikan dan mendapatkan jumlah yang cukup banyak.
"Alhamdulillah ya Allah!, ini rezeki untuk keluargaku!, sekarang aku bisa menjualnya dan bisa membeli s**u dan baju-baju untuk bayi mungil itu!", ucap pak Sutikno sembari tersenyum dan bersiap untuk segera pulang ke rumah karena hari sudah senja.
Setelah selesai menjual ikan hasil tangkapannya di Pasar, pak Sutikno langsung bergegas membeli baju-baju bayi dan kain- bedong beserta semua keperluan bayi. Tidak ketinggalan s**u bayi langsung dibeli pak Sutikno dan juga satu set alas tempat tidur lengkap dengan bantal-bantal kecil.
"Alhamdulillah ya Allah!, Engkau memberikan rezeki yang cukup untuk kami dan bayi mungil itu hari ini!", gumam pak Sutikno berbicara dalam hati sambil tersenyum dan pulang membawa barang-barang belanjaannya.
Setelah sampai di rumah, pak Sutikno pun berjalan dengan langkah yang buru-buru menuju ke rumahnya. Wajahnya berseri-seri dan terlihat begitu gembira saat masuk ke dalam rumahnya.
"Assalamualaikum! bu...ibu!", teriak pak Sutikno sembari menenteng barang-barang belanjaannya seraya masuk ke dalam rumahnya.
"Sssttt... jangan berisik atuh pak!, bayi kita lagi tidur pulas, nanti bisa bangun dengar suara bapak!", sahut Bu Saodah dengan suara berbisik sambil menghampiri suaminya dari dapur.
"Oh iya bu..ternyata dia lagi tidur toh!", ucap pak Sutikno sembari meletakkan barang belanjaannya.
"Apa itu pak, kok bawa banyak barang?", ujar Bu Saodah sembari memeriksa barang belanjaannya pak Sutikno.
"Alhamdulillah Bu... hari ini hasil tangkapan ikan bapak lumayan banyak!, makanya bapak langsung beliin peralatan dan kebutuhan bayi kita!", sahut pak Sutikno dengan suara pelan sambil tersenyum menatap istrinya.
"Alhamdulillah ya Allah!", ucap Bu Saodah sembari menengadahkan tangannya ke atas.
"Ya udah bapak langsung mandi gih!, sebentar lagi mau maghrib!", ujar Bu Saodah sambil membuka semua barang belanjaannya pak Sutikno.
"Masya Allah... baju-baju bayinya lucu-lucu sekali! ini semua pasti cocok untuk Rachelle!", ucap Bu Saodah sembari tersenyum-senyum dan mengeluarkan semua barang-barang yang dibeli suaminya itu.
"Masya Allah ini apa lagi?", ucap Bu Saodah sembari memegang dan memeriksa kardus berisi satu set peralatan tidur untuk bayi.
"Masya Allah bagus sekali ini!", ini cocok sekali untuk alas tidur Rachelle bisa ditenteng lagi kemana-mana!", ucap Bu Saodah berbicara sendiri sambil tersenyum-senyum gembira melihat semua isi belanjaannya pak Sutikno.
Setelah pak Sutikno selesai mandi dan keluar menghampiri istrinya Bu Saodah. Pak Sutikno melihat istrinya begitu gembira dan bahagia melihat semua isi belanjaannya, dia pun juga tersenyum bahagia saat melihat senyum istrinya yang begitu lama menantikan kehadiran seorang bayi.
"Lihat ini pak cocok sekali untuk Rachelle bayi kita!", ujar Bu Saodah sambil tersenyum menatap suaminya yang tengah duduk di kursi memperhatikannya.
"Iya bu.., namanya bayi pasti semua baju-baju akan cocok dipakenya!", sahut pak Sutikno sembari menyalakan rokoknya.
"Mulai hari ini kita akan memanggil bayi kita dengan nama Rachelle pak!, ibu udah siapin nama untuknya nama lengkapnya Anastasia Rachelle gimana pak bagus gak namanya?", ujar Bu Saodah bertanya sambil menoleh ke suaminya yang tengah duduk dan menghisap rokok.
"Iya bu bagus...", sahut pak Sutikno singkat sambil menghembuskan asap rokoknya.
"Bapak kalau ngerokok jangan dekat-dekat Rachelle ya pak!, ga bagus asapnya nanti buat bayi!", ucap Bu Saodah dengan lembut menatap ke suaminya.
"Iya Bu bapak juga tahu!, makanya kan bapak jauh ngerokok di sini!", sahut pak Sutikno dengan lembut menjawab ucapan istrinya itu.
"Oh ya pak.., tadi pas ibu mandiin Rachelle, ibu nemuin ini pak di tangannya Rachelle", ujar Bu Saodah sembari berjalan dan menunjukkan gelang rantai emas milik Rachelle.
Pak Sutikno pun tertegun mendengar ucapan istrinya dan melihat gelang kecil rantai emas berinisialkan nama dengan dua huruf.
"Apa ini benar milik Rachelle Bu?", ujar pak Sutikno sembari menatap, memegang dan meraba-raba gelang rantai emas milik Rachelle di tangannya.
"Iya benar pak.., pas tadi ibu lagi mandiin Rachelle, ibu lihat itu di pergelangan tangannya!", sahut Bu Saodah sambil menatap wajah suaminya dengan serius.
"RD?, apa ini inisial dari nama orang tua Rachelle atau nama Rachelle sendiri Bu?", ucap pak Sutikno terus memandangi gelang sembari berpikir keras dengan mengernyitkan dahinya.
"Mana ibu tahu pak!, wong ibu gak tahu orang tuanya siapa!", sahut Bu Saodah sambil duduk di samping suaminya.
"Ya udah ibu harus simpan ini sampai nanti Rachelle remaja baru ibu berikan untuk dipakai biar tidak hilang Bu!, ini nanti satu-satunya bukti identitas Rachelle Bu", ucap pak Sutikno sembari memberikan gelang emas itu ke tangan Bu Saodah istrinya.
"Iya pak ibu akan simpan ini baik-baik!, suatu saat nanti ini sangar diperlukan oleh Rachelle dan satu-satunya barang peninggalan orang tuanya", sahut Bu Saodah sambil beranjak pergi ke dalam kamarnya untuk menyimpan gelang milik Rachelle.