Hari ke-69 dimulai dengan tumpukan lembar tanggapan di meja rapat. Nomad meminta semua komentar tentang simulasi komunikasi dipisahkan dari masukan kriteria dome. Dua perkara itu memang saling bersinggungan, tetapi tidak boleh dicampur sampai seolah-olah satu hasil teknis bisa menjawab hak orang untuk tinggal atau pergi.
Aku duduk di sisi meja yang dekat pintu. Tongkatku kusandarkan ke lutut, sementara Jayen membacakan setiap lembar dengan suara yang cukup keras untuk kudengar. Siluet orang-orang bergerak biru di sekelilingku. Warna itu tidak memberitahuku siapa yang setuju atau marah; aku harus mendengarkan kata-kata mereka.
Kyaa datang bersama dua warga yang memilih menjadi pendamping pencatat. Ia menegaskan sejak awal bahwa tidak seorang pun diwajibkan menyampaikan nama. Beberapa komentar diserahkan lewat kotak tertutup, beberapa dibacakan sendiri. Kyaa tidak menyimpulkan pendapat seluruh permukiman dari jumlah kertas yang terkumpul.
Keluhan pertama menyangkut ambang cadangan. Rancangan Kesatuan menghitung berapa lama kebutuhan pengganti bisa dipenuhi, tetapi tidak menjelaskan apa yang terjadi jika pemasok terlambat. Seorang warga bertanya apakah ambang itu tetap sah bila jalur pengiriman terganggu. Warga lain ingin angka yang sama ditampilkan dalam satuan hari dan persentase kapasitas.
'Kalau kami tidak bisa menghitung ulang, kami hanya diminta percaya,' katanya.
Yoon An menulis kalimat itu tanpa memperhalusnya. Nomad menyarankan agar tabel perhitungan dan sumber datanya disertakan, termasuk batas ketidakpastian. Ia tidak menjanjikan semua angka akan dapat dipastikan. Yang bisa dijanjikan adalah cara menghitungnya diperlihatkan.
Seorang perempuan meminta pemeriksaan dome tidak dilakukan tanpa pendamping pilihannya. Kesatuan sebelumnya memberi izin untuk sebagian pemeriksaan, tetapi kata 'sebagian' membuat batasnya kabur. Apakah pendamping boleh hadir di ruang pengukuran? Bolehkah ia meminta pemeriksaan dihentikan sementara bila prosedur berubah? Siapa yang menjaga catatannya?
Kyaa mencatat tiga pertanyaan sebagai tiga perkara berbeda. Ia tidak menawarkan diri menjadi wakil semua orang. Warga yang berbicara memilih dua pendamping, dan mereka sepakat bahwa daftar kehadiran disimpan terpisah dari formulir minat relokasi.
Aku menyadari betapa mudahnya sebuah daftar berubah fungsi. Satu tanda tangan bisa dikutip sebagai persetujuan atas hal yang tidak pernah dibicarakan. Aku meminta Jayen menambahkan kalimat di bagian atas formulir: kehadiran hanya membuktikan seseorang menerima informasi atau hadir sebagai pendamping, bukan menyetujui hasil penilaian.
Nomad menyetujui kalimat itu untuk dokumen tim. Kesatuan belum tentu mengadopsinya. Namun, setidaknya tak ada formulir baru dibagikan sebelum maksudnya jelas.
Di luar rapat, aku membantu Jayen menempelkan ringkasan komentar di papan umum. Ia membacakan tiap baris kepadaku sebelum menempelkannya. Aku meminta satu kalimat yang menyatakan bahwa jumlah komentar tidak menunjukkan jumlah pendukung atau penolak. Yoon An menambahkannya di bawah judul.
Kesatuan membalas menjelang sore. Mereka menyanggupi tabel sumber dan cara hitung, tetapi meminta waktu tiga hari kerja untuk memeriksa angka pemasok. Mereka belum menjawab soal pendamping selama inspeksi dan belum memberi kepastian hak akses jangka panjang. Kyaa membaca balasan itu dua kali, lalu berkata bahwa jawaban sementara harus diberi label sementara.
Aku meminta Jayen mencatat tanggal balasan dan tenggat yang dijanjikan. Kami tidak akan menganggap diam setelah tenggat sebagai persetujuan. Jika tidak ada jawaban, pertanyaan itu tetap terbuka.
Nomad belum mengirim evaluasi tertulis atas simulasi. Ia sedang membandingkan log dari dua terminal dan memeriksa satu pesan yang tercatat terlambat. Ia berkata hasil lisan di rapat sebelumnya belum cukup untuk menetapkan tahap selanjutnya. Aku menghargai kehati-hatian itu, meski sebagian kru mulai bertanya kapan pekerjaan bisa bergerak lagi.
'Kita bergerak dengan mencatat apa yang belum aman,' kataku. 'Bukan dengan mengubah kata 'belum' menjadi 'ya' karena kita lelah menunggu.'
Tak ada yang menjawab. Aku tahu kalimat itu tidak mempercepat apa pun. Tetapi kami telah melihat akibatnya ketika satu status teknis ditafsirkan terlalu luas.
Jayen membacakan hasil hari itu: komentar dome terkumpul, tabel masih menunggu, hak akses belum dijawab, dan Nomad belum mengesahkan tinjauan. Aku mencatatnya dengan tangan kiri sambil menahan nyeri di pergelangan. Setiap baris terasa seperti pagar kecil agar kami tidak tergelincir ke kesimpulan yang mudah.
Cherry belum membuka lagi pembicaraan tentang perjalanan. Aku tidak mengirim pesan tentang rapat, kapal, atau jadwal. Ia meminta agar pembicaraan perjalanan tidak dibuka lagi sampai ia sendiri siap. Aku ingin bercerita bahwa hari ini kami mencoba mendengarkan, tetapi keinginan itu tidak lebih penting daripada batas yang ia tetapkan.
Sebelum bubar, seorang pemuda meminta aku menjelaskan 'ambang cadangan' dengan bahasa sederhana. Aku meminta Yoon An menambahkan contoh: jika satu filter perlu diganti, berapa lama kita bisa menunggu kiriman tanpa melewati batas aman? Contoh itu tidak menjawab angka, tetapi membuat pertanyaan dapat diperiksa siapa pun. Kyaa mengingatkan bahwa contoh tidak boleh menggantikan data. Kami sepakat menampilkan definisi, contoh, sumber angka, dan tanggal pembaruan berdampingan.
Jayen juga memeriksa formulir inspeksi. Ia menemukan kotak 'setuju mengikuti pemeriksaan'. Kami menggantinya menjadi dua pilihan: hadir sebagai pendamping atau menerima informasi. Persetujuan atas pemeriksaan tertentu harus diminta terpisah, setelah ruang dan jenis data dijelaskan. Perubahan kecil itu mencegah sebuah tanda tangan memiliki makna yang tidak pernah disepakati.
Pada salinan komentar, satu tanggapan semula diberi nomor yang salah. Kami memperbaikinya di dua salinan dan menyimpan versi lama dengan catatan koreksi. Isi komentar tidak berubah. Kyaa memeriksa hasilnya sebelum kami menempelkan versi baru, supaya warga tahu kesalahan itu diperbaiki terbuka, bukan diam-diam.
Sebelum rapat dibubarkan, Kesatuan meminta kami mengirim satu pertanyaan per surat, bukan daftar panjang. Kyaa menolak menghilangkan kaitan antarpertanyaan, tetapi bersedia membuat halaman ringkasan dengan nomor rujukan. Jawaban tentang pasokan akan dibaca bersama asumsi pemakaian, sementara hak akses tercatat sebagai perkara tersendiri. Yoon An menyusun daftar itu, dan Jayen membacakan nomor serta judulnya agar tidak tertukar.
Kami menetapkan batas waktu tanggapan pada tiga hari kerja untuk data pasokan dan lima hari untuk aturan pendamping. Tenggat bukan tanda warga menyetujui hasil apa pun; itu hanya waktu bagi lembaga untuk menjawab. Jika meminta tambahan waktu, Kesatuan harus menyampaikan alasan dan tanggal baru sebelum tenggat lewat. Kru yang cemas tadi mendengar jadwal itu. Ia tidak tersenyum, tetapi setidaknya kini tahu kapan bisa bertanya lagi.
Belum ada keputusan besar. Hanya pertanyaan yang kini tertulis lebih jelas daripada kemarin. Untuk hari ini, itu cukup untuk menjaga kami tetap berada di jalur.