Aku selalu berpikir bahwa kehilangan adalah sesuatu yang bisa dihindari jika kita cukup berusaha. Jika kita berjuang keras, jika kita tidak menyerah, maka tidak ada yang benar-benar akan pergi. Tapi malam ini, aku menyadari betapa bodohnya pemikiran itu.
Aku duduk di sudut ruang tamu, menatap Anya yang berdiri di depan koper yang telah tertata rapi. Aku ingin percaya bahwa ini hanyalah pertengkaran biasa, bahwa ia hanya butuh waktu untuk sendiri, tapi aku tahu lebih baik dari itu.
“Apa ini benar-benar yang kamu mau?” tanyaku, suaraku terdengar lebih rapuh dari yang kuharapkan.
Anya tidak segera menjawab. Ia merapikan resleting kopernya dengan tangan gemetar sebelum akhirnya menoleh ke arahku. Wajahnya datar, tapi ada kesedihan yang sulit disembunyikan di matanya.
“Adit, aku lel