Bab 4: Minggu sore ,Risma ,Zuli serta April berkumpul. Zuli berpamitan untuk pergi ke Jakarta,sedangkan April untuk pergi kuliah.. — Kharisma Putri 'si bunga desa' — Putra Sulung · Aksara
Minggu sore ,Risma ,Zuli serta April berkumpul. Zuli berpamitan untuk pergi ke Jakarta,sedangkan April untuk pergi kuliah..
Menyedihkan memang,tapi apa mau di
kata,kehidupan terus berjalan,dan
mereka akan memulai memilih jalannya
masing -masing. Tinggalah Risma
sendiri setelah di tinggal pergi kedua
sahabatnya, Rism pun tidak mau
terus larut dalam kesedihanya,memang
dia juga kepengin melanjutkan kuliah
seperti April,mengingat dia anak yang
cerdas,tapi sayang keadaan ekonomi
orang tuanya yang tidak mencukupi,
sehingga Risma memendam semua
angan-angan serta cita-citanya.
Sebenarnya dari dulu Risma memiliki
cita2 untuk menjadi bidan, yach..dia
ingin sekali bisa membantu ibu2 warga
di kampungnya,tapi sayang itu semua
hanya cita2,dan kenyataanya dia harus
puas dengan ijazah sma saja, kini dia
akan memulai untuk membantu
mamanya menjaga warung kopi
kecil di halaman samping rumahnya.
Hari2nya kini di sibukkan dengan
menjaga warung,sementara mamanya
yang memasak makanan kecil yang
di jual di warungnya.
Hari demi hari Risma lalui...meski
terkadang di ganggu dengan rasa
sepi serta kerinduan kepada kedua
sahabatnya,dan lebih lagi kerinduan
pada kekasihnya Bagas,yang hanya
akan datang sebulan sekali,bahkan
terkadang lebih. Tapi Risma tetap terus
menjaga kesucian serta ketulusan
cintanya kepada Bagas.
Lain halnya dengan sang mama,
yang merasakan warung kopinya
menjadi lebih ramai dan laris semenjak
Risma yang ikut menjaga warungnya.
Memang Risma gadis yang cantik,manis
serta ramah kepada semua orang,
sehingga membuat banyak orang
yang ingin selalu mampir ke warungnya.
Tak sedikit pula para pemuda pemudi
dari sekitar yang selalu datang ke
warung.
Satu tahun sudah berlalu, Risma masih
selalu setia membantu mamanya,
dengan senyum manis serta
keramahanya dia selalu menyapa serta
melayani para pembeli di warungnya.
Bahkan tak sekali dua kali,tak jarang ada
saja pemuda yang datang hanya
untuk berkenalan dan ingin menjalin
hubungan lebih dekat dengan Risma,
tapi sayang Risma hanya mau berteman
biasa saja,karena hati dan pikiranya
hanya untuk Bagas, ya hanya mas Bagas
yang selalu memenuhi ruang di hatinya,
sehingga semua hayalan serta
lamunannya selalu hanya dengan
Bagas. Sebagitu besar serta tulus
cintanya kepada sang kekasih.
Oh...benar2 sangat beruntungnya
pria yang sudah berhasil memiliki
hati serta cinta tulus dari gadis cantik
nan jelita ini.
Di sore hari saat Risma sedang asik
dan sibuk dengan para pelanggan
kopinya,tiba2 terdengar suara yang
mengagetkan,tapi dia hafal betul dengan
suara itu.
"Risma...." suara teriakan deri Zuli
yang langsung menghambur masuk ke
warungnya serta langsung memluknya
dari depan.
"Hah..kamu Zul?? kapan datang..." kata
Risma sambil mereka berpelukan.
" Aku baru saja sampai,dan langsung
ke sini,.."
"Aku kangen banget Ris..gimana kabar
kamu? waow semakin ramai ya
warungnya. "
"Memang pantas sih ramai,
penunggunya aja se cantik ini.."
imbuh Zuli sebelum Risma sempat
menjawabnya.
" Wah anak Jakarta ,tambah cantik aja
kamu Zul"..
"Ah...biasa aja kali Ris..kamu yang
tambah cantik" kata Zuli
"Gimana kabar mas Bagas?" imbuhnya
lagi .
"Kami baik2 aja, dan mungkin hari ini
juga akan datang..."jawab Risma
" Kamu sendiri gimana kelanjutan
hubunganya sam Rudi?"
"Kami juga baik2 aja,dan kami juga
sudah jadian,mungkin hari ini
juga dia akan datang.." jawab Zuli.
"Gimana kabar April...Ris?
sudah setahun lebih aku gak ketemu."
tanya Zuli..
"Dia baik2 aja,dan masih sibuk dengan
kuliahnya,dia juga jarang pulang,
yang lebih sering ayah dan ibunya
yang datang mengunjunginya.
Tiga minggu yang lalu dia pulang,
dan kami ngobrol bareng...dia masih
seperti dulu,belum mau membuka hati
kepada lawan jenis, prinsip dia harus
jadi sarjana dulu baru mau mikir cowok
kata dia" jelas Risma kepada Zuli.
Dan setelah rasa kangen di antara
keduanya sedikit terobati, Zuli pun
pamit pulang untuk mandi dan istirahat.
"Mungkin nanti malam atau besok pagi
aku main lagi" ucap Zuli sambil kembali
memeluk sahabatnya...
,