Sinar kuning ke emasan yang terbit
dari arah timur,menggambarkan
cerahnya pagi ini. Dan seperti biasa
Risma sudah duduk manis di warung
kopinya sambil menunggu pembeli yang
datang,yah penikmat kopi di pagi hari.
"Kopinya dua Mba cantik ..."
Tiba2 suara itu mengagetkan,tapi Risma
hafal betul dengan suara itu..
Ya itu suara bagas yang terdengar,
Risma kaget,tiba2 sudah ada dua cowok
tampan di depanya, kali ini Rudi ikut
datang ke tempat Risma.
"Eh...mas Bagas..mari silahkan mas.
Mas Rudi juga silahkan duduk,sebantar
saya buatkan kopinya. Maaf mau kopi
apa? panas atau dingi?"
tanya Risma kepada keduanya
"Aku mau kopi s**u panas.." pinta Rudi
"Kalau akau kopi hitam,tapi jangan
terlalu manis,..karena manisnya dah
di kamu semua sayang.." ucap Bagas
sambil memandangi gadis pujaanya.
Risma pun tersipu malu dengan
gomablanya mas Bagas.
Lalu gadis cantik itu bergegas
menyiapkan minuman pesanan
keduanya. Tak butuh waktu lama
tangan mungil yang cekatan itu sudah
kembali di hadapan kedua pria itu
dengan membawa baki yang berisi
minuman pesanan mereka.
Dan sambil tersenyum Risma
meletakkan Cangkir kopi di meja depan
Bagas dan Rudi...
"Monggo silahkan mas.." ucapnya.
"Makasih sayang...sini adek duduk
deket mas, mas pengin ngomong
sesuatu ...
" I LOVE YOU Sayang..."
Ucap Bagas sambil meraih lengan
Risma dan mengecup punggung tangan
kecil yang sudah membuatkannya kopi.
"hem..hem...hem.."
Rudi yang di samping mereka berpura-
pura batuk.
Risma tertunduk malu dan mukanya
merah.
"Aku nyamuk kok.." imbuh Rudi sambil
tersenyum.
" Risma..." tiba2 suara Zuli datang
memcahkan kekakuan di antara mereka.
"Kebetulan sekali kamu datang Zul..
dari tadi ada yang nungguin tuh..."
ucap Risma sambil tersenyum dan
mengarahkan pandangan ke Rudi.
"Hai Zul...apa kabar?"
Sapa Rudi dengan sedikit canggung
" Baguslah kamu datang,sedari tadi
aku jadi nyamuk" imbuhnya lagi
"Baik..mas Rudi apa kabar?
oh ya Mas Bagas juga apa kabarnya?"
jawab Zuli.
" Heeemmmm...gimana kalau kita
jalan2 bareng hari ini," ajak Bagas
"ok. ide yang bagus.." jawab Rudi
"Giaman sayang..bisa kan kita jalan2
hari ini" tanya Bagas kepada Risma.
"Sebantar mas, Risma bilang dulu sama
mama....
Sedangkan mama Risma yang
mendengar percakapan mereka
dari belakang berkata.
"Pergilah Risma..mama yang akan
menjaga warungnya,kebetulan
kerjaan mama sudah selesai..kue2nya
sudah mateng semua..pergilah nak"
" Gak papa Ma...Risma pergi dulu?
terus siapa yang akan bantu2 mama
jika warungnya ramai pembeli, mama
akan kerepotan" ucap Risma
" Mama bisa sendiri..sudah sana kamu
siap2 dan pergilah bersama mereka"
Kamu sudah terlalu banyak membantu
mama, dan mama belum bisa
membahgiakan kamu nak..maaf kan
mama ya?" imbuh mamanya lagi
" Makasih ma...mama adalah orang
terbaik di dunia ini.." ucap Risma sambil
memeluk dan mencium kening mamanya
" Risma siap -siap dulu ya ma...
Mama jangan capek2.." imbuh Risma
sambil bergegas masuk ke dalam
rumah untuk bersiap.
Sedangkan Zuli dan Rudi sedang asyik
ngobrol.
Tiga puluh menit kemudian Risma
muncul dengan dandanan rapi
ala kadarnya, tapi Risma begitu
memukau. Tak luput Bagas langsung
menghampiri serta berbisik..
"Kamu cantik sekali sayang.."
" Ah...mas Bagas bisa aja,jangan
gombal terus dong..jadi malu "
jawab Risma sambil tersipu.
" Kalau sudah siap yukk kita jalan " ajak
Bagas.
" Gimana kita mau naik mobil atau
motor?" tanya Rudi..
"Gak asik kalu naik mobil..." jawab Bagas
"Kita naik motor aja..lu sama boncengan
sama Zuli,dan aku sama tuan Putriku"
imbuh Bagas.
Dan akhirnya mereka berempatpun
pergi menuju suatu tempat ....