Jalan -jalan bersama serta janji setia di bukit CINTA
Kedua kendaraan bermotor berjalan
beriringan menyusuri jalanan hitam
beraspal. Mereka saling berboncengan
Risma memeluk erat perut Bagas,
sambil sesekali menyandarkan
kepalanya di punggung sang kekasih
se olah begitu menikmatinya perjalanan
ini. Sementara Zuli tak kalah asiknya
begitu nyaman dalam boncengan Rudi
sang pujaan hati sambil terus dengan
eratnya memeluk perut Rudi.
Tak ada perbincangan di antara mereka
semua asik dengan pikiran serta hayalan
masing -masing. Hanya sedikit
terdengar suara kendaraan yang
lalu lalang. Memang pagi ini jalanan
lebih sepi,hanya sedikit kendaraan lewat.
Membuat mereka semakin asik dan
leluasa menyusuri jalanan.
Sekitar satu jam mereka melewati
jalanan hitam beraspal yang berkelok,
bahkan tak sedikit tanjakan yang harus
mereka lalui,akhirnya sampailah
ke tempat tujuan dengan lega.
Dan setelah memarkirkan kendaraan
di tempat parkir yang tersedia, mereka
segera bergegas ke pintu masuk,
Bagas yang memebeli empat ticket
buat mereka. Dan tanpa menunggu
Lama sang penjaga pintu
mempersilahkan mereka masuk
setelah menyerahkan ticket nya.
Begitu mereka masuk ke dalam
mata mereka langsung di manjakan
dengan indahnya perbukitan yang
penuh dengan bunga yang warna warni.
Terlihat juga ada dua kolam renang
dengan ukuran cukup besar dan ada
juga kolam renang yang mengelilingi
sebuah bangunan seperti pendopo.
Bangunan itu adalah resto,yang
memanjakan pengunjungnya dengan
sajian unik. Meja -meja makan tertata
rapi di atas kolam, di atas papan yang
berbantuk hati dengan dua kursi di
setiap mejanya, serta ada jembatan
kecil sebagai jalan menuju meja makan.
Suasana yang asri dan sejuk ,sangat
mendukung buat para muda mudi,
dan tidak ketinggalan ada vas bunga
segar di setiap meja, yang membuat
para pengunjung merasa sangat tertarik.
Di sekeliling bukit2 kecil terdapat
banyak panggung- panggung kecil
dengan warna serta nuansa yang
berbeda beda..sangat cocok untuk
berselfi ria.
" Ayok dek..." suara mas Bagas sambil
menggandeng tanganku.
Dan aku hanya mengangguk.
" Waow indah sekali tempat ini Ris..."
Ucap Zuli yang kegirangan dengan
indahnya pemandangan di depan
matanya.
"Ya sangat cantik sekali tempat
ini Zul...yang membuat betah serta
nyaman disini" jawab Risma
Rudi pun tak mau ketinggalan
dengan menggandeng mesra tangan
kekasihnya.
Mereka berempat sangat menikmati
indahnya pemandangan yang di sajikan,
tak lupa mereka bergantian saling
berselfi.
" Naik ke sana yuk sayang.." ajak
mas Bagas sambil menunjuk sebuah
panggung kecil yang berbentuk love
dengan hiasannya semua bernuansa
pink..ya sangat cantik sekali
Di atasnya terdapat dua kursi yang
juga di hiasi dengan bunga2.
Aku begitu asiknya melihat
pemandangan di sekitar.
Tiba2 mas Bagas berlutut tepat di
depanku sambil memegang sebuah
kotak kecil berwarna merah.
Mas Bagas kemudian membuka kotak
itu sambil masih berlutut.
"Sayangku dek Risma...maukah
kamu menjadi pasangan hidupku?
Menjadi ibu dari anak2ku?"...
Suara itu pelan dan lembut,tapi
terdengar begitu jelas di telingaku.
Aku yang shok, membuat jantungku
seperti mau loncat, aku tertunduk
dan tanpa terasa ada buliran bening
menetes di pipiku.
Aku hanya mengangguk..dan
pandangan mata kami beradu,
ku coba mengartikan tatapan mas
Bagas.
Dia meraih tangan kiriku,dan
memakaikan cincin bermata satu itu
ke jari manisku, aku mengangguk
untuk yang kedua kalinya,karena lidahku
masih terasa kaku dan tak mampu
berucap apa pun.
Setelah cicin itu terpasang pas di
jariku, dia mencium lembut punggung
tanganku dan berdiri memelukku dengan
sangat erat,yang membuat aku seakan
susah bernafas..
Aku lirik Zuli dan Rudi yang ada di
panggung lain yang dekat dengan
panggung kami berdiri, mereka
menatap kami dengan tertegun,
bahkan aku lihat juga pengunjung lain
di sekitar yang melihat kami,
Setelah cukup lama mas Bagas
memelukku, perlahan dia
melepaskannya dan mengajaku duduk.
Dengan terus menggenggam erat
jemariku.
Entah apa yang di rasakan, mungkin
merasa lega atau entah apa,tapi
yang jelas wajahnya berbinar yang
membuat ketampanannya naik.
Zuli dan Rudi pun datang, ikut naik
di panggung kecil indah yang menjadi
saksi bisu kejadian ini.
"Waow..waow..waow..selamat ya Bro"
Ucap Rudi sambil mengadukan
kapalan tangannya denga Bagas
Dan Zuli pun sambil memelukku
dia mengucapkan
"Selamat Ris...aku ikut senang dan
juga sangat terharu..aku baper
sama kalian berdua"
terlihat dia mengusap matanya.
....