Meski hari sudah menjelang siang,
tetapi rasa sejuk dengan angin spoi-spoi,
membuat kita merasa masih betah untuk
berlama-lama menikmati indahnya
pemandangan yang di sajikan.
Di sini juga banyak wahana bermain,
dan hampir semua kami coba, terkecuali
renang,karena kami tidak membawa
persiapan renang.
Tanpa terasa waktu sudah tengah hari,
dan perut pun mulai memberikan
aba-aba agar segera di isi, karena dari
tadi kami hanya makan es krim serta
makana ringan.
Kini saatnya kami akan mencoba
menu dari resto yang menyajikan tempat
yang indah, ya resto yang di kelilingi
kolam ikan dan penataan meja makan
di atas kolam, di atas papan yang
berbentuk hati di setiap meja,serta
jembatan kecil sebagai penghubung.
Mas Bagas masih terus menggandeng
lembut tanganku,dan membawaku
ke meja yang makan,setelah kami
sebelumya memesan makanan .
Kami memesan bakso serta es jeruk
sebagai pelengkap. Memang
suasananya mendukung untuk
menikmati makanan berkuah yang
panas serta pedas itu.
Setelah kami duduk beberapa saat,
datanglah pesanan kami.
Zuli dan juga Rudi tidak ketinggalan,
mereka duduk di meja yang tidak jauh
dari meja kami.
Kami duduk berhadapan,sambil
sesekali mas Bagas meremas jemariku
yang di atas meja ,serta mata kami
sering beradu pandang.
"Dek..secepatnya mas akan bawa ayah
serta ibu ke rumahmu, kalau bisa
minggu ini,karena mas masih libur."
ucap Bagas sambil menatapku
"Tapi...bukanya mas belum wisuda?"
tanyaku, karena memang sedari
awal ayah serta ibu mas Bagas, tidak
menguzinkan menikah sebelum selesai
kuliahnya.
" Kita lamaran serta tunangan dulu,
enam bulan lagi mas kan wisuda,dan
kita akan menikah" imbuhnya lagi.
"Gimana? adek setuju kan?
Aku hanya mengangguk sebagai
jawaban setujuku.
Aku pun mengahbiskan sisa jus di
depanku. Dia mengusapkan tissue
di bibirku, membersihkan sisa bekas
makanan yang menempel. Aku hanya
tertunduk sambil tersenyum malu.
Dia berdiri dan menggandeng tanganku
kembali,untuk keluar dari resto ini.
Terlihat di sana Zuli dan Rudi juga sudah
berdiri melangkah keluar.
" Kelihatan asik sekali..apa gerangan
yang kalian obrolkan?" Tanya Zuli
sambil tersenyum dengan ke ingin
tauannya.
"Ada dong..." jawab Bagas.
"Oh ya ...kapan kamu balik ke Jakarta?"
imbuh Bagas.
"Minggu depan.."jawab Zuli singkat.
"Memangnya ada apa ya?"Zuli balik
tanya.
Kemudian Bagas menceritakan rencana
nya. Serta meminta Zuli membantu
Risma mempersiapkan keperluan
lamarannya.
Bagas sedikit mendekat ke Zuli
dan memintanya untuk membantu
Risma
Zuli dengan antusias mengangguk dan
mengiyakan permintaan Bagas.
" Aku juga mau kasih tau kabar
bahagia ini ke April...siapa tau dia
juga bisa pulang,biar kita bisa kumpul
bareng,aku dah kangen banget sama
gadis imut itu.." Ucap Zuli...
Sambil mereka berjalan menuju
pintu keluar,karena hari sudah menjelang
sore.
" Kalian sendiri apa rencana ke
depanya?" Tanya Bagas.
"Nunggu kerja dulu ah Bro...emangnya
kamu,yang apa tinggal bilang dan semua
siap.. aku pengin kerja dulu,baru
menikah..iya kan yang?"
ucap Rudi sambil menggandeng tangan
Zuli.
Layaknya pasangan muda mudi yang
sedang di mabuk cinta, mereka berjalan
dengan terus bergandengan dengan
mesranya,sampai akhirnya
mereka sampai di tempat parkir dan
segera melajukan kendaraan
mereka,meninggalkan tempat
yang penuh kenangan, yang tentunya
akan terus di kenang...
m