Luka yang ia derita tidak terlalu parah. Hanya lecet di pipi bagian kanannya dan bibirnya lebam.
“Apa kau tidak apa-apa Angela” tanyaku khawatir. Namun sebelum dia menjawabnya, dia langsung berdiri mencoba untuk tegar dan pergi membantu Viktor kembali. Jalannya sempoyongan masih tak bisa menyeimbangkan badannya sendiri. Aku dan Gilbart mencoba untuk menahannya berjalan lebih jauh. Aku tidak tega bila membiarkan dia melawan monster tadi dengan kondisi seperti ini.
“Kau mau kemana? Biar kau beristirahat terlebih dahulu. Atau mungkin, kita bisa kabur dan pergi mengejar Alexy yang kabur. Benar kan teman-teman” aku menoleh ke yang lain. Mereka tampak sangat khawatir dengan kondisi Angela, mereka menganggukkan kepala mencoba untuk berkata kalau setuju dengan ucapanku.
“Ya Angela. Apakah kau